26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Koperasi jaman now bidik generasi milenial

© PT Grahanusa Mediatama Koperasi jaman now bidik generasi milenial

Berita ini diberdayakan untuk MSN.COM

Jumlah koperasi di Indonesia mencapai 150.000 dengan jumlah anggota mencapai 35 juta. Di era serba digital saat ini, pemerintah dorong koperasi berbasis teknologi.

“Perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi tantangan bersama bagi gerakan koperasi di era milenium. Bagaimana agar anak-anak muda jaman sekarang lebih tertarik berkoperasi daripada menjadi pekerja kantoran atau pegawai negeri yang masuk ‘jaman angkatan bapak saya’,” kata Kepala Biro Perencanaan Kemkop UKM Ahmad Zabadi dalam siaran pers, Rabu (25/4).

Ahmad menambahkan, Koperasi 4.0 memang lebih menyasar generasi milenial. Terlebih para start up atau wirausaha pemula lebih didominasi kalangan anak muda yang lebih melek teknologi. Karenanya, diharapkan para generasi Y ini juga mampu mengajak anak muda lainnya untuk ikut berkoperasi.

Asisten Deputi Keanggotaan Koperasi Kemkop UKM Untung Tri Basuki mengatakan perlu dilakukan pemberdayaan terhadap seluruh anggota koperasi mulai dari peningkatan jiwa kewirausahaan, juga pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, sistem manajemen dan pengelolaan yang efektif. Selain itu, membangun jaringan bisnis dan pengelolaan struktur organisasi serta.

Prediksi Untung, koperasi akan membuat sistem jaringan koperasi modern dengan menerapkan sistem digitalisasi untuk mengembangkan jaringan e-commerce sehingga lebih efisien dan memudahkan masyarakat.

Menurutnya, proses adaptasi koperasi dengan perkembangan IT akan memperluas ruang gerak koperasi yang selama ini belum memiliki jaringan konektivitas seluas perbankan.

Ketua Umum Asosiasi Start Up Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono Koperasi dan UKM 4.0 dapat menarik anak-anak muda untuk ikut berkoperasi sebab berbasis teknologi. Jadi ada semacam gerakan Koperasi 4.0 yang sangat efektif mengembangkan koperasi menjadi lebih baik.

“Tidak perlu khawatir dengan penerapan Koperasi 4.0. Jika pada koperasi konvensional pertemuan harus secara fisik dan tanda tangan basah, maka pada koperasi jaman digital pertemuan bisa dilakukan secara online dengan tanda tangan digital. Kan sekarang sudah banyak juga yang melakukan cara seperti itu,” ujar Handito.

Dalam pandangannya, minat anak muda untuk menjadi pegawai kantoran mulai menurun. Sementara, keinginan masyarakat untuk berkoperasi meningkatkan. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagaimana menghidupkan koperasi di generasi milenial.

%d blogger menyukai ini: