23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Serentetan Peristiwa yang Menjegal Elia Massa dari Pertamina

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Berita ini diberdayakan untuk MSN.COM dan TEMPO.CO

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai Elia Massa Manik pantas dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pertamina.

“Elia Massa memang pantas diganti,” kata Fahmy dalam sebuah diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 April 2018.

Jumat lalu, melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Elia Massa Manik dicopot dari jabatannya. Kementerian Badan Usaha Milik Negara kemudian memilih Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas yang juga merangkap sebagai Direktur SDM.

Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno setidaknya menyebut tiga alasan dari pergantian itu. Pertama, bagian dari percepatan pembentukan perusahaan induk (holding) di sektor minyak dan gas. Kedua, melihat perkembangan dari kasus tumpahnya minyak di Balikpapan. Terakhir, berkaitan dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 25 Maret 2018, Massa Manik sudah uring-uringan ketika proses penyatuan PGN ke Pertamina tidak banyak melibatkan direksi. Salah satunya, Pertamina tidak diberi kuasa dan kesempatan untuk menguliti kesehatan PGN yang kelak akan menjadi anak usahanya.

Kontroversi lainnya adalah perihal langkanya pasokan premium di Jawa, Madura dan Bali. Pada 4 April 2018, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menegur Pertamina karena pasokan yang langka tersebut. Pemerintah, menurut Jonan, sudah sepakat menjamin pasokan BBM jenis Premium lancar, apalagi menjelang puasa. “Sudah berkali-kali, ya sudah ditegur keras sekali,” ujar Jonan saat itu.

Massa Manik juga dinilai lalai dalam kasus tumpahnya minyak di Balikpapan. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, Elia tidak menunjukkan sikap yang pantas dengan mengakui bahwa kasus itu adalah kelalaian Pertamina. “Seharusnya secara jantan mengaku saja,” katanya, Sabtu, 21 April 2018.

Adapun pengganti Massa Manik adalah Nicke Widyawati. Sebelum menjabat plt Dirut Pertamina, Nicke Widyawati adalah Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina sejak 27 November 2017. Pada 13 Februari 2018, Nicke Widyawati rangkap jabatan sebagai plt Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur.

 

%d blogger menyukai ini: