24 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Survei SMRC: 67 Persen Responden Kesulitan Sekolah Online

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com
Oleh; Icha Rastika

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi belajar dari rumah

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperlihatkan, 70 persen responden memiliki anggota keluarga yang masih sekolah atau kuliah.

Di antara mereka, mayoritas merasa berat membiayai belajar online. Rinciannya, 17 persen responden merasa sangat berat dan 50 persen merasa cukup berat.

“Mayoritas atau 67 persen merasa sangat atau cukup berat membiayai sekolah online ya,” kata Manajer Kebijakan Publik SMRC Tati D Wardi saat pemaparan hasil survei, Selasa (18/8/2020).

Lebih lanjut Tati mengatakan, 47 persen di antara mereka mengeluarkan biaya internet lebih dari Rp 100.000 per bulan untuk belajar online.

Disisi lain, belum semua pelajar/mahasiswa memiliki akses internet untuk belajar online.

Tati menyebut, ada 24 persen warga yang tidak memiliki akses internet.

“Belum semua warga memiliki akses internet, yang memiliki akses internet sekitar 76 persen, dan yang tidak memiliki akses internet sekitar 24 persen,” kata Tati.

Mereka yang memiliki akses internet menggunakan berbagai macam perangkat, mulai dari ponsel pintar, laptop, dan komputer.

Responden yang menggunakan ponsel pintar ada 95,1 persen, sedangkan responden yang menggunakan laptop sebesar 25,5 persen.

Sementara itu, responden yang mengakses internet dengan menggunakan komputer yakni 3,8 persen.

Sebanyak 0,1 persen menjawab lainnya dan 2,9 persen tidak menjawab.

Sebagai catatan, responden diperbolehkan menjawab lebih dari satu perangkat yang digunakan untuk mengakses internet.

Survei SMRC bertajuk pendidikan online di masa Covid-19 ini dilakukan sejak 5 hingga 8 Agustus 2020.

Jumlah responden yang disurvei yakni 2.201 orang. Sekitar lima persen di antaranya berstatus pelajar/mahasiswa.

Keseluruhan responden berusia 17 tahun ke atas, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Penentuan sampel dilakukan secara acak.

Adapun margin of error survei sekitar 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

%d blogger menyukai ini: