21 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mega: Kamu Mau Jadi Bupati, Wali Kota Maunya Apa? Cari Duit?

Berita ini diberdayakan untuk republika.co.id
Oleh; Andri Saubani

© Republika/Putra M. Akbar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan para calon kepala daerah harus menjadi seorang patriot sekaligus memiliki kemampuan dalam mengelola pemerintahan. Patriotisme harus menjadi rasa kebanggaan para calon pemimpin daerah.

“Lalu dedikasi. Itu yang saya tanyakan. Kamu mau jadi bupati, wali kota, gubernur maunya apa? Mau cari duit?,” kata Megawati dalam arahannya saat pengumuman 75 calon kepala daerah yang diusung partai itu di Pilkada Serentak 2020 secara virtual, di Jakarta, Selasa (11/8).

Begitupun dengan kemampuan para calon kepala daerah dalam melaksanakan pemerintahan. Menurut Megawati, pemimpin yang mumpuni adalah pemimpin yang kokoh dalam menjalankan Pancasila sebagai jiwa dasar dan tujuan dari seluruh kebijakan politik yang diambil.

“Mereka sosok yang memahami tata pemerintahan yang baik. Tadi barusan saya sebut tata pemerintahan. Jadi bukan tidak ada aturannya,” ucap Megawati.

Presiden kelima RI itu juga mengingatkan agar para calon kepala daerah harus bisa menjadi pemimpin yang mengerti bagaimana seni memimpin birokrasi. Megawati mengatakan, banyak yang kerap menyampaikan periode pemerintahannya sebagai success story. Dan itu bisa terjadi karena Megawati memahami benar bagaimana manajemen birokrasi.

“Saya bilang jangan lupa ada satu bagian dari tata kelola pemerintahan yang tidak berganti. Apa itu? Namanya ASN, PNS, dia terus menerus menjalankan roda tata pemerintahan,” ujarnya.

Bagi para calon kepala daerah yang belum berpengalaman, Megawati meminta agar mereka bekerja lebih keras untuk memahami tata pemerintahan itu. Mereka diharapkan tak malu bertanya mengenai perundang-undangan maupun hal lainnya.

Oleh karena itu, tambah dia, PDIP akan menyelenggarakan sekolah calon kepala daerah yang mengajarkan tentang seni memimpin birokrasi, mengerti aspek perencanaan kebijakan dan menjalankannya melalui kepemimpinan yang efektif.

“Ikuti sekolah partai itu dengan baik,” kata Megawati.

Dia juga meminta agar tiap pasangan calon juga menjaga soliditasnya jika sudah terpilih.

“PDIP tak mau, ketika sudah terpilih, kepala daerah dan wakilnya justru ribut sendiri. Seringkali kalau sudah jadi, malah lupa diri. Entah bagaimana, apa yang bupatinya, apa wakil bupatinya, atau kebalikannya antara kedua ini, bukannya bekerja sama dengan solid, tetapi sudah mulai pecah,” ujar Megawati.

Seperti diketahui, Pilkada 2020 rencananya akan dilakukan pada 9 Desember 2020 mendatang. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Pada hari ini, salah satu pasangan yang diumumkan oleh PDIP adalah Bobby Nasution dan Aulia Rachman yang berkompetisi di Pilwalkot Medan. Bobby mengucapkan terima kasih kepada Megawati yang telah memberikan rekomendasi kepadanya dan Aulia.

“Saya akan membawa amanah ini dengan penuh tanggung jawab sekuat hati dan segenap jiwa,” kata Bobby.

Bobby dan Aulia akan membawa semangat kolaborasi untuk membangun Kota Medan. Semangat itu lahir dari visi gotong royong Presiden Pertama Indonesia, Soekarno.

“Semangat kolaborasi ini kami jadikan sebagai penguatan pada seluruh elemen partai untuk menciptakan New Medan, Kota Medan yang penuh keberkahan,” ucap menantu dari Presiden Joko Widodo itu.

© Disediakan oleh Republika.co.id photo

Kontroversi Pilkada di tengah pandemi Covid-19. – (Berbagai sumber/Republika)

%d blogger menyukai ini: