21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Teknologi 4.0 Akan Dongkrak Produktivitas Industri Makanan dan Minuman 15 Persen

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co
Oleh; Tempo.co

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian memperkirakan penerapan teknologi 4.0 akan meningkatkan produktivitas di sektor industri makanan dan minuman (mamin). Penerapan teknologi 4.0 dilakukan tahap desain produk hingga distribusi.

“Upaya tersebut diproyeksikan akan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor industri mamin antara 10 hingga 15 persen,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim pada Senin, 27 Juli 2020.

Pemerintah telah mencanangkan percepatan penerapan teknologi industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan industri mamin sebagai salah satu sektor prioritas yang dipacu pengembangannya.

Peran penting sektor ini terlihat dari kontribusinya yang konsisten dan signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas.

Pada triwulan I 2020, sektor industri makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 36,4 persen terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9 persen.

Adapun sepanjang semester I 2020, industri makanan dan minuman memberikan devisa yang paling besar melalui capaian nilai ekspornya hingga US$ 13,73 miliar.

Menurut Rochim, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor manufaktur diyakini dapat menghemat biaya operasional. Selain itu meningkatkan utilisasi pabrik pada sektor mamin terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Apabila dalam keadaan normal, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor mamin dapat meningkatkan utilisasi 20-25 persen,” papar dia.

Rochim mengungkapkan Kemenperin akan terus mendorong agar implementasi teknologi industri 4.0 dapat lebih ditingkatkan agar sektor mamin dapat lebih optimal pertumbuhannya dan menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

MUHAMMAD BAQIR I KODRAT

%d blogger menyukai ini: