21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. menjadi moderator konferensi video dengan seluruh bupati/wali kota dari Palangka Raya - sesaat sebelum Presiden RI, Joko Widodo tinggalkan tempat.

Presiden Kabulkan Permintaan Alat PCR Kotawaringin Timur

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id
Oleh; Antara

© Antara Pejabat pemerintah Kotawaringin Timur yang hadir langsung bahagia dan mengucapkan terima kasih karena permintaan langsung direspons Presiden.

Sampit: Presiden Joko Widodo langsung mengabulkan permintaan bantuan alat tes polymerase chain reaction (PCR) untuk RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Permintaan ini muncul saat Jokowi konferensi video dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur

“Satu cukup kan? Saya ada bawa dua. Satu untuk Sampit,” kata Jokowi saat di Palangka Raya, Kamis, 9 Juli 2020, sore.

Jawaban Presiden disambut tepuk tangan dan ucapan syukur semua peserta konferensi. Hadir dalam konferensi video itu Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Wakil Bupati M Taufiq Mukri, Ketua DPRD Rinie, Kepala Dinas Kesehatan dr Faisal Novendra Cahyanto, Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Febby Yudha Herlambang, dan pejabat lainnya.

Konferensi video itu digelar usai Presiden mengunjungi lokasi pengembangan “Food Estate” di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden menyempatkan konferensi video dengan seluruh bupati/wali kota dari Palangka Raya, dengan moderator Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Saat sesi dialog, Kabupaten Kotawaringin Timur diberi kesempatan menyampaikan aspirasi kepada Jokowi. Kesempatan berharga itu dimanfaatkan dr Efraim K. Biring, dokter spesialis paru bertugas menangani pasien covid-19 di ruang isolasi RSUD dr Murjani Sampit.

Efraim menyampaikan nihilnya alat tes PCR menjadi kendala penanganan covid-19 di Kotawaringin Timur. Pihak rumah sakit harus menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil tes usap karena spesimen harus dikirim ke Surabaya, Banjarbaru, atau Palangka Raya.

Hal itu dinilai membuat risiko penularan tinggi karena selama menunggu hasil pemeriksaan PCR. Tidak tertutup kemungkinan sempat terjadi penularan akibat pasien yang ternyata positif terjangkit kontak erat dengan orang lain.

“Akhirnya sia-sia kita melakukan pelacakan karena harus menunggu lama untuk mengetahui hasil PCR. Alat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat kita mengetahui hasilnya sehingga bisa cepat mengambil tindakan,” kata Efraim kepada Jokowi.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. menjadi moderator konferensi video dengan seluruh bupati/wali kota dari Palangka Raya – sesaat sebelum Presiden RI, Joko Widodo tinggalkan tempat.

Presiden sempat menanyakan Kotawaringin Timur membutuhkan berapa banyak alat PCT. Sayangnya, permintaan dua alat PCR dari Efraim yang ditimpali Bupati Supian Hadi tidak terdengar Jokowi akibat kendala alat komunikasi. Presiden langsung memutuskan hanya memberi satu alat tes PCR untuk RSUD dr Murjani Sampit.

Meski hanya diberikan satu alat PCR, bantuan itu langsung disambut tepuk tangan gembira. Pejabat pemerintah Kotawaringin Timur yang hadir langsung bahagia dan mengucapkan terima kasih.

“Alat ini sangat kita butuhkan agar bisa lebih cepat dalam mengetahui hasil pemeriksaan sehingga kita juga bisa bergerak cepat melacak dan mencegah penularan covi-19. Sekali lagi kami sangat berterima kasih,” ucap Supian Hadi.

%d blogger menyukai ini: