19 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Ketua OJK © Husen Miftahudin Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

OJK Minta Himbara Segera Susun Penyaluran Kredit

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id
Oleh; Husen Miftahudin

© Husen Miftahudin Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berharap penempatan dana sebanyak Rp30 triliun oleh pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) dapat mendukung dan mempercepat proses pemulihan kondisi perekonomian nasional.

Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berharap penempatan dana sebanyak Rp30 triliun oleh pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) dapat mendukung dan mempercepat proses pemulihan kondisi perekonomian nasional.

“Dana Rp30 triliun yang ditempatkan di bank Himbara ini bentuk perhatian dan dorongan di perbankan untuk lebih agresif dalam mempercepat proses pemberian kredit untuk mendukung recovery (pemulihan) ekonomi,” ujar Wimboh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

Wimboh meminta bank-bank yang mendapatkan dana oleh pemerintah tersebut segera menyusun rencana bisnis penyaluran kredit secara detail, dari sektoral hingga per klaster. Jika dana itu disalurkan ke sektor riil, khususnya ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penyaluran tersebut akan dimonitor secara khusus.

“Jika itu ke UMKM, akan kami monitor secara khusus dan akan kami lakukan rapat koordinasi yang kemudian akan kami sampaikan ke Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) dan Pak Gubernur (BI Perry Warjiyo) dalam KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). Ini monitoring business plan (rencana bisnis) perbankan dalam rangka recovery,” tuturnya.

Dalam hal ini Wimboh mewanti-wanti potensi terjadinya peningkatan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Sebab masih ada sektor yang masih terdampak pandemi covid-19 yang belum bisa memperoleh pendapatan tetap seperti pariwisata dan perhotelan.

“Oleh karena itu kami minta perbankan sangat hati-hati dalam alokasi sektor mana yang betul-betul kalau kredit diberikan bisa serap tenaga kerja dan akhirnya bisa tumbuh,” tegas Wimboh.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Ketua OJK Wimboh Santoso.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan agar dana yang disalurkan perbankan bisa benar-benar efektif dalam meningkatkan pendapatan perusahaan yang terdampak covid-19.

“Jika dilihat, sepertinya semua sudah antusias. Sektor riil antusias karena di jalan-jalan sudah penuh (berjalan aktivitas masyarakat dan bisnis), ini tanda bahwa ini bagus, ekonomi bisa segera tumbuh. Tapi kami melihat juga tanda-tanda (meningkatnya kasus positif) covid-19 di daerah, ini akan kami perhatikan bersama,” ucap Wimboh.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun di bank-bank Himbara. Kebijakan ini sebagai pelengkap dari Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020.

Terdapat empat bank milik negara yang terpilih sebagai mitra pemerintah dalam penempatan dana tersebut. Di antaranya adalah BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri.

%d blogger menyukai ini: