22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bimanesh Dapat Honor Rp 250 Ribu untuk Tangani Setya Novanto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Berita ini diberdayakan untuk TEMPO.CO DAN MSN.COM

Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mengatakan dirinya hanya mendapatkan uang Rp 250 ribu dari pihak rumah sakit untuk menangani Setya Novanto.

“Saya yang mengurusi si Setnov (Setya Novanto) hanya mendapatkan Rp 250 ribu, belum dipotong pajak,” kata Bimanesh saat ditemui seusai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin 23 April 2018.

Bimanesh Sutarjo merupakan dokter yang menangani Setya Novanto pasca-kecelakaan mobil pada 16 November 2017 lalu. Bimanesh didakwa merekayasa sakit Setya Novanto agar mantan Ketua DPR itu terhindar dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bimanesh mengatakan uang Rp 250 ribu tersebut adalah imbalan standar sebagai dokter spesialis di RS Medika Permata Hijau. Bimanesh menegaskan dirinya sama sekali tidak mendapatkan imbalan berupa uang dari Setya Novanto maupun pengacaranya yakni Fredrich Yunadi.

“Tidak ada. Ya Allah buat apa. Saya ini sudah pensiun dan tidak punya ambisi apapun,” kata dia.

Bimanesh kemudian membandingkan honor yang ia terima dengan perawat yang saat itu juga menangani Setya Novanto yakni Indri Astuti. Di persidangan Senin 4 April 2018, Indri mengakui bahwa dirinya mendapatkan uang sebesar Rp 800 ribu dari Fredrich Yunadi sebagai uang lembur karena menangani Setya. Namun Rp 800 ribu ditalangi terlebih dahulu oleh perawat bernama Merry Pakpahan.

“Perawat saja dapatnya Rp 800 ribu,” kata Bimanesh lagi.

Menurut Bimanesh, dari pengalamannya sebagai dokter spesialis, uang lembur perawat biasanya tidak sampai sebesar Rp 800 ribu, tetapi hanya Rp 50 ribu. Selain itu menurutnya lagi, perawat dan dokter tidak diperbolehkan menerima imbalan dari pasien.

Bimanesh mengatakan dirinya merasa dikorbankan oleh pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam kasus ini. Ia mengatakan saat itu Kementerian Kesehatan sudah menyatakan jika RS Medika terlibat, maka surat izinnya akan dicabut.

“Saya siang harinya beberapa jam sebelum kecelakaan sedang tidur di rumah. Bagaimana bisa saya terlibat, mereka saja yang sedang sibuk (merekayasa),” kata dia.

%d blogger menyukai ini: