5 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Camat Hajar Aswad, Gundah Gulana Gegara Reses DPRD

Reporter; Laode Kaimuddin
Editor; Laode Muhamad Arfan Nasiru

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Camat Hajar Aswad ngobrol bersama Ayos Rony. Photo; Ld Kaimuddin

timurmerdeka.com – Kendari. Sebagai aparatur sipil negara (ASN) terlebih sebagai kepala wilayah kecamatan Wuawua, Saya ini adalah pelayan masyarakat dalam arti luas terutama melayani rakyat se wilayah Wuawua. Demikian Camat Wuawua, Hajar Aswad mengawali jawaban pada timurmerdeka.com.

Lebih jauh Hajar menjelaskan; “Saya ini tahu diri memikul tanggung jawab untuk melayani rakyat semaksimal mungkin dan untuk itulah kemudian Saya mendapatkan gaji dari negara agar dapat menafkahi anak dan isteri Saya. Setiap hari kegiatan melayani rakyat itu Saya lakukan dan tidak terbatas hanya pada jam kantor saja”.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Camat Hajar Aswad berikan sembako pada warga terdampak covid-19 yang sudah 3 hari tidak mampu beli beras. Photo; Ld Kaimuddin

“Saya sambangi warga Wuawua secara bergiliran setiap hari dirumah masing-masing terutama rakyat miskin yang bermasalah misalnya keluarga yang tertimpa bencana kedukaan, yang usahanya terkena dampak Covid-19 dan lain sebagainya”.

“Makanya, Saya merasa gundah gulana dengan adanya berita di detiksultra.com yang mengklaim – AJP Reses di Mataiwoi Wua-wua, Lurah dan Camat Dilarang Hadiri Oleh Wali Kota Kendari. Apakah benar ada larangan dari bapak Walikota Kendari seperti yang diberitakan itu ? Sebagai Camat Wuawua, kok Saya tidak dapatkan perintah seperti itu – baik dalam bentuk surat, WA ataupun via telepon ? Selain bingung terhadap berita itu, Saya sungguh merasa aneh.”

Arman S.Sos salah seorang warga dan tokoh masyarakat di jalan Tunggala Dalam kepada timurmerdeka.com mengatakan; berita yang ditayangkan detiksultra.com itu nampaknya sangat tendensius bahkan bisa dikategorikan pembunuhan karakter seorang ASN.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Camat Hajar Aswad tanda tangan dokumen warga terdampak covid-19. Photo; Ld Kaimuddin

Masih Arman; “waktu AJP reses di Mataiwoi itu, Saya bersama camat Hajar berada dirumah warga yang sedang kedukaan. Usai prosesi kedukaan dan penguburan, Saya dengar info jika Anggota DPRD Sultra, Aksan Jaya Putera sedang melakukan kunjungan (reses) di Mataiwoi – dan Saya pun kesana. Saya tiba disana, pertemuan itu telah selesai dan bubar tetapi Saya berpapasan dengan camat Hajar yang tujuannya menghadiri pertemuan itu juga”.

“Karena pertemuan itu sudah bubar maka bapak Hajar meminta agar sebagai kepala RT mengantar dan menunjukan warga Saya yang terdampak covid-19. Saya bawa bapak Hajar ke lorong Mulya tempat pemotongan ayam – yang bangkrut itu”.

Benar bapak camat Hajar bersama Ketua RT pernah datang disni bahkan beliau sampai masuk juga ke kandang melihat sisa ayam yang ada, kata Ayos Rony pada timurmerdeka.com.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Camat Hajar Aswad lihat pemotongan ayam terdampak covid-19. Photo; Ld Kaimuddin

“Setelah tanya-tanya dan beliau tahu Kami telah mengalami kerugian hingga 80 Juta rupiah, wajah beliau itu terlihat sedih. Entah apa yang beliau pikirkan, Saya juga tidak tahu. Tapi Camat Hajar ketika itu suruh pak RT masukan dalam daftar, yaa mana tahu bisa dapat bantuan”. Ayos Rony menutup keterangannya dengan harap-harap cemas. (****)

%d blogger menyukai ini: