4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Survei: Elektabilitas PDI Perjuangan Terjun Bebas

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com
Oleh; Dani Prabowo

© Disediakan oleh Kompas.com Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019). Kongres V PDI Perjuangan akan dibuka pada Kamis (8/8) dan rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei elektabilitas partai politik Tanah Air.

Hasil survei yang dilakukan pada 16-18 Mei 2020 tersebut menunjukkan, elektabilitas mayoritas partai politik mengalami penurunan.

Bahkan, elektabilitas PDI Perjuangan terjun bebas bila dibandingkan dengan Februari 2020, yaitu dari 29,8 persen menjadi 22,2 persen. Itu berarti elektabilitas partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu terkoreksi 7,6 persen.

Koreksi elektabilitas ini menjadi yang terdalam dibandingkan partai politik lain yang juga mengalami penurunan.

“Tak ada dinamika elektoral yang berarti di tingkat partai politik kecuali penurunan dukungan terhadap PDI Perjuangan,” demikian tulis kesimpulan survei tersebut seperti dikuti Kompas.com dari laman resmi Indikator, Selasa (9/6/2020).

Ada 15 partai politik lain yang dimasukkan dalam daftar pilihan partai pada survei tersebut, selain PDI Perjuangan.

Merujuk hasil survei, Partai Garuda dan Partai Bulan Bintang (PBB) tidak mengalami perubahan elektabilitas baik pada Februari maupun Mei yaitu tetap 0 persen. Hal yang sama juga dialami Partai Hanura yang memiliki elektabilitas tetap yaitu 0,4 persen.

Sedangkan, kenaikan tipis dialami oleh Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan PKPI. Dua partai yang berhasil menempatkan kadernya di DPR pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional (PAN), juga mengalami hal serupa.

Sementara itu, tujuh partai besar lainnya, yakni Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat, mengalami penurunan tipis.

Berikut hasil selengkapnya:

1. PKB (Februari 7,8 persen; Mei 5,7 persen)

2. Gerindra (Februari 16,2 persen; Mei 15,2 persen)

3. PDI Perjuangan (Februari 29,8 persen; Mei 22,2 persen)

4. Golkar (Februari 6,7 persen; Mei 6,4 persen)

5. Nasdem (Februari 2,3 persen; Mei 3,3 persen)

6. Garuda (Februari 0 persen; Mei 0 persen)

7. Berkarya (Februari 0 persen; Mei 0,2 persen)

8. PKS (Februari 4,7 persen; Mei 4 persen)

9. Perindo (Februari 0,9 persen; Mei 0,3 persen)

10. PPP (Februari 3,8 persen; Mei 1,7 persen)

11. PSI (Februari 0,6 persen; Mei 0,7 persen)

12. PAN (Februari 1,3 persen; Mei 2,1 persen)

13. Hanura (Februari 0,4 persen; Mei 0,4 persen)

14. Demokrat (Februari 4,6 persen; Mei 3,6 persen)

15. PBB (Februari 0 persen; Mei 0 persen)

16. PKPI (Februari 0 persen; Mei 0,2 persen)

17. Lainnya (Februari 0,1 persen; Mei 0,2 persen)

18. Tidak tahu/tidak jawab (Februari 20,5 persen; Mei 33,9 persen)

%d blogger menyukai ini: