1 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Trump Perintahkan 10 Ribu Tentara Amankan Gedung Putih, Tapi Ditolak

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com
Oleh; kumparanNEWS

© Disediakan oleh Kumparan Pasukan militer berjalan menuju Gedung Putih, Amerika Serikat, Sabtu (6/6). Foto: EUTERS / Lucas Jackson

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketakutan karena Gedung Putih jadi sasaran aksi protes pembunuhan George Floyd. Trump sempat memerintahkan 10 ribu tentara untuk mengamankan Gedung Putih, tapi perintah itu ditolak para pejabatnya.

Hal ini disampaikan oleh media AS CBS News yang mengutip sumber dalam Gedung Putih, Sabtu (6/6). Sumber mengatakan, permintaan Trump itu disampaikan di Oval Office pada Senin lalu ketika aksi protes kematian George Floyd memanas di AS.

Namun permintan itu ditolak oleh Jaksa Agung William Barr, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley. Tapi demi memuaskan Trump, Esper dan Milley menelepon para gubernur untuk memerintahkan pengerahan Garda Nasional, jika tidak mereka mengancam mengerahkan tentara ke seluruh kota.

© Disediakan oleh Kumparan Pasukan militer berjaga di Gedung Putih, Amerika Serikat, Sabtu (6/6). Foto: EUTERS / Lucas Jackson

Di hari yang sama, Pentagon memindahkan 1.600 tentara aktif ke pangkalan dekat Washington DC untuk bersiap. Pada Rabu, Esper memerintahkan 700 tentara di Washington DC kembali ke pangkalan mereka di Fort Bragg.

Tindakan Esper ini memicu kemarahan Trump. Sumber CBS mengatakan, Esper kemudian membatalkan pemulangan para tentara, bukan karena kemarahan Trump tapi lantaran adanya isu aksi 1 juta orang di depan Gedung Putih pada Sabtu.

Setelah beberapa malam aksi protes tak berujung kekerasan, akhirnya Esper percaya diri untuk memulangkan 700 tentara ke barak pada Jumat lalu. Saat ini, di Gedung Putih berjaga hanya 350 tentara.

© Disediakan oleh Kumparan Pasukan militer berjalan menuju Gedung Putih, Amerika Serikat, Sabtu (6/6). Foto: EUTERS / Lucas Jackson

Kematian George Floyd, warga kulit hitam oleh polisi, masih terus memicu kemarahan di AS. Sebelumnya aksi protes ini sempat berujung kerusuhan dan penjarahan.

Presiden Trump sempat dilarikan ke bunker Gedung Putih saat aksi berlangsung ricuh.

Di Washington DC, aksi protes terbaru diwarnai aksi lukis mural di jalanan menuju Gedung Putih. Tepatnya di 16th Street, para seniman menulis di jalanan dengan huruf besar sejauh dua blok “Black Lives Matter”.

© Disediakan oleh Kumparan Sebuah lukisan Black Lives Matter terlihat di jalan ke-16 dekat Gedung Putih di Washington, AS (5/6). Foto: REUTERS/Joshua Roberts
%d blogger menyukai ini: