5 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com
Oleh; kumparanBISNIS

© Disediakan oleh Kumparan Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Sepanjang menjabat Menteri BUMN, Erick Thohir sibuk mencopot atau mengganti jajaran petinggi di perusahaan pelat merah. Belum genap setahun masa jabatannya, Erick terhitung sudah mencopot puluhan pejabat berpangkat Komisaris sampai Direktur Utama (Dirut).

Teranyar, pencopotan Dirut empat BUMN hanya dalam kurun waktu dua hari, Kamis (4/6) dan Jumat (5/6). Mereka yakni Dirut Adhi Karya Budi Harto, Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo, Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, serta Dirut PTPP Lukman Hidayat.

Sejak awal ditugaskan menjadi bos BUMN, mantan Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf ini sudah memperingatkan bahwa semua direksi BUMN harus siap dicopot.

“Kalau Saya dan Pak Wamen siap dicopot, ya direksinya musti siap dicopot kalau, apalagi ada hal-hal yang tidak baik,” kata Erick di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (29/10).

Langkah yang ia beri istilah bersih-bersih BUMN itu dilakukan atas pertimbangan aset yang dikelola 143 BUMN mencapai Rp 8.500 triliun. Besarnya aset itu menjadi faktor banyaknya petinggi BUMN yang terjaring OTT KPK.

© Disediakan oleh Kumparan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Saat Rini Soemarno menjabat Menteri BUMN, sejumlah nama mentereng diciduk oleh KPK. Sebut saja dari Dirut PTPN III Dolly P Pulungan, Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda, hingga Dirut Asuransi Jasindo Budi Tjahjono.

Berikut deretan BUMN yang direksinya dirombak Erick Thohir:

Garuda Indonesia

Lima jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dicopot sekaligus akibat adanya kasus penyelundupan barang mewah dari Prancis di dalam pesawat.

Kelimanya yakni Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Ari Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, serta Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar.

Pertamina

Keputusan yang cukup mengejutkan adalah ditunjuknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggantikan posisi Tanri Abeng.

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin menjadi Wakil Komisaris Utama Pertamina dan Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan Pertamina.

© Disediakan oleh Kumparan Menteri BUMN Erick Thohir bersama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Kementerian BUMN, Jumat (22/11/2019). Foto: Dok. Kementerian BUMN

Antam

Dirut PT Aneka Tambang Tbk atau Antam Arie Prabowo Ariotedjo dicopot karena banyaknya proyek yang terbengkalai. Posisi Arie kemudian digantikan oleh Dana Amin.

Selain itu, Direktur Keuangan Anton Herdianto digantikan oleh Dimas Wikan Pramudhito, serta posisi Direktur Pengembangan Usaha beralih dari Sutrisno Tatetdagat ke Rosono.

ASDP

Erick melakukan perombakan terhadap direksi BUMN di bidang penyeberangan. Wing Antariksa selaku Direktur SDM dan Layanan Korporasi digantikan Wahyu Wibowo. Kemudian Direktur Teknik dan Fasilitas La Mane digantikan oleh Kusnadi Chandra Wijaya.

Pelni

Pada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, pergantian dilakukan untuk posisi Direktur Keuangan yang dijabat Tri Andayani diserahkan pada Ony Suprihartono. Selain itu, Masrul Khalimi juga dipercaya menggantikan Harry Boediarto sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut.

Asabri

Herman Hidayat dan Rony Hanityo diberhentikan dari jabatan Direktur PT Asabri. Erick Thohir juga mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASABRI yang semula hanya tertulis Direktur menjadi Direktur SDM dan Hukum, Direktur Keuangan, dan Direktur Investasi.

© Disediakan oleh Kumparan Gedung ASABRI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Taspen

Erick Thohir diketahui juga mencopot Dirut Taspen Iqbal Latanro. Posisi Iqbal kemudian diisi oleh Antonius Kosasih.

Pupuk Indonesia

Yanuar Rizky diberhentikan dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Pupuk Indonesia. Perombakan di Pupuk Indonesia dilakukan karena sudah habis masa kerjanya.

BUMN Perbankan

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni dicopot oleh Erick Thohir. Ia kemudian digantikan oleh Herry Sidharta. Direksi lain yang juga dicopot adalah Ario Bimo, dari jabatannya sebagai Direktur Keuangan, digantikan Sigit Prastowo.

Erick juga merombak jajaran komisaris. Ia mengganti Ari Kuncoro dengan Agus Martowardojo di kursi Komisaris Utama BNI.

Sementara di Bank BRI, Kartiko Wirjoatmodjo diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Andrinof Chaniago.

Perubahan juga terjadi di jajaran direksi Bank Mandiri, M Chatib Basri diangkat menjadi Komisaris Utama. Hery Gunardi menjadi Wakil Direktur Utama menggantikan Sulaiman Arif Arianto yang telah habis masa jabatannya.

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi bank mandiri. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Pelindo I

Refly Harun didepak dari kursi Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero). Ia kemudian digantikan oleh Laksdya TNI Achmad Djamaluddin.

Selain Refly, beberapa orang dari jabatan komisaris diganti. Seluruhnya ada 5 orang komisaris baru di BUMN pengelola pelabuhan di sebagian wilayah Sumatera itu.

PLN

PT PLN (Persero) juga tak luput dari perombakan. Sripeni Inten Cahyani yang pernah menjabat Plt Dirut PLN, dicopot dari jabatan terakhirnya sebagai Direktur Pengadaan Strategis.

Sripeni diberhentikan bersama 3 direktur lainnya, yakni Direktur Pengadaan Strategis II Djoko Rahardjo, Direktur Human Capital Management Muhammad Ali, serta Direktur Bisnis Regional Maluku Papua dan Nusa Tenggara Ahmad Rofiq.

KAI

Perusahaan BUMN di bidang transportasi ini mengalami perombakan besar-besaran pada jajaran direksinya. Salah satunya yang dicopot adalah Dirut KAI Edi Sukmoro. Edi digantikan oleh Didiek Hartantyo.

© Disediakan oleh Kumparan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

BUMN Karya

Keputusan teranyar Erick Thohir terkait bersih-bersih BUMN adalah perombakan jajaran bos beberapa BUMN Karya. Posisi Budi Harto sebagai Dirut Adhi Karya digantikan oleh Entus Asnawi Mukhson.

Selain itu, Fadjroel Rahman dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Adhi Karya. Ia kemudian digantikan oleh Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo Hargo.

Kendati demikian, pencopotan tersebut tak menjadi akhir karier Fadjroel di BUMN. Ia kemudian diangkat menjadi salah satu Komisaris Waskita Karya.

Waskita Karya juga mengalami perombakan lainnya, I Gusti Ngurah Putra dicopot dari kursi Dirut dan diganti Destiawan Soewardjono. Lalu, Haris Gunawan dari jabatan Direktur Keuangan yang digantikan oleh Taufik Hendra Kusuma.

Adapun Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo juga mesti merelakan jabatannya kepada Budi Harto yang baru saja dicopot dari kursi Dirut Adhi Karya.

Erick Thohir juga merombak jajaran direksi dan sebagian komisaris di PT PP (Persero) Tbk atau PTPP. Perombakan itu termasuk mengganti Direktur Utama dari yang sebelumnya Lukman Hidayat digantikan Novel Arsyad.

%d blogger menyukai ini: