16 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com
Oleh; Farid Assifa

© Disediakan oleh Kompas.com Seorang petugas medis yang mengenakan APD lengkap diteriaki warga saat hendak melakukan rapid test di Kelurahan Layang, Makassar, Sabtu (6/6/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sebuah peristiwa penolakan warga akan kedatangan petugas medis kembali terjadi di Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sabtu (6/5/2020).

Penolakan tersebut dilakukan warga setelah petugas medis yang datang dengan ambulans dan mengenakan baju hazmat hendak memasuki permukiman warga untuk melakukan rapid test atau tes cepat.

Peristiwa tersebut juga direkam oleh warga sekitar dan menjadi viral di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp Grup.

Dalam video itu, warga menghadang kedatangan petugas medis dengan memblokade jalan dan memasang spanduk menolak rapid test.

Selain itu, teriakan olok-olok dari warga juga bergema saat petugas medis yang turun dari mobil memasuki permukiman.

Kapolsek Tallo Kompol Amrin mengatakan bahwa peristiwa tersebut akhirnya reda setelah Bhabinkamtibmas datang dan menenangkan warga.

Penolakan tersebut terjadi karena warga mengira petugas medis dari puskesmas setempat memaksakan untuk melakukan tes.

“Bhabinkamtibmas kami ada disitu jadi dia yang amankan. Rapid test-nya tetap jalan, tapi kan masyarakat disitu dikira mau dipaksakan. Jadi tidak ada masalah,” kata Amrin kepada Kompas.com saat dihubungi.

Penolakan dan ketidakpercayaan warga pada tim medis terkait penanganan Covid-19 di Makassar dalam sepekan terakhir memang kerap terjadi.

Puncaknya, 3 pasien PDP yang meninggal dunia di 3 rumah sakit berbeda diambil paksa oleh keluarganya dan menolak dimakamkan dengan protap pemakaman Covid-19.

Ketiga pasien tersebut ada di Rumah Sakit Dadi, Rumah Sakit Labuang Baji, dan Rumah Sakit Stella Maris. Ketiganya diambil saat sampel swabnya belum diuji di laboratorium.

Di Kota Makassar sendiri, kasus positif corona terus bertambah. Data Gugus Tugas Makassar Sabtu (6/6/2020), menunjukkan, kasus positif corona sudah mencapai 1.046 kasus.

Dari angka tersebut, sebanyak 517 di antaranya masih dirawat, 451 sembuh, dan 78 meninggal dunia.

Selain kasus positif, pasien PDP Covid-19 yang masih dirawat di Makassar ada 366 orang. Sementara untuk angka orang dalam pemantauan ada 139 orang.

%d blogger menyukai ini: