4 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Penulis ; Sariadin. SH

Editor; LM Taufiqurrahman Nasiru

HAL : Kejahatan Menawarkan atau Memberi Kesempatan untuk Bermain Judi
@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi judi bola

Kejahatan yang dimaksudkan di atas dirumuskan dalam Pasal 303 KUHP, yang selengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin:

(1) dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencaharian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu kegiatan usaha itu.

(2) dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam kegiatan usaha itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata cara.

(3) menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencaharian

2. Kalau yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencahariannya, maka dapat dicabut haknya untuk menjalankan pencahariannya itu.

3. Yang disebut dengan permainan judi adalah tiap-tiap permainan, dimana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada keberuntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi judi HP

Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.

Dalam rumusan kejahatan pasal 303 tersebut di atas, ada lima macam kejahatan mengenai hal perjudian (hazardspel), dimuat dalam ayat (1):

1.butir 1 ada dua macam kejahatan;

(1) Kejahatan yang melarang yang tanpa izin dengan sengaja memberikan atau menawarkan kesempatan untuk bermain judi dan menjadikannya sebagai mata pencaharian.

(2) Kejahatan Kedua yang juga dimuat dalam butir I adalah tanpa izin dengan sengaja turut serta dalam suatu kegiatan usaha permainan judi

2.butir 2 ada dua macam kejahatan;

(1) Kejahatan Ketiga Kejahatan perjudian, bentuk ketiga ini adalah tanpa izin dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi.

(2) Larangan dengan sengaja turut serta dalam menjalankan kegiatan usaha perjudian tanpa izin,.

3.butir 3 ada satu macam kejahatan.

(1) Menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencaharian
sedangkan ayat (2) memuat tentang dasar pemberatan pidana, dan ayat

(3) Menerangkan tentang pengertian permainan judi yang dimaksudkan oleh ayat (1).

Lima macam kejahatan mengenai perjudian tersebut di atas mengandung unsur tanpa izin.

Pada unsur tanpa izin inilah melekat sifat melawan hukum dari semua perbuatan dalam lima macam kejahatan mengenai perjudian itu.

Artinya tiadanya unsur tanpa izin, atau jika telah ada izin dari pejabat atau instansi yang berhak memberi izin, semua perbuatan dalam rumusan tersebut tidak lagi atau hapus sifat melawan hukumnya dan oleh karena itu tidak dapat dipidana.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi judi online

Mengapa dimasukannya unsur tanpa izin ini oleh pembentuk undang-undang?

Sebab di dalam hal perjudian terkandung suatu maksud agar pemerintah atau pejabat pemerintah tertentu tetap dapat melakukan pengawasan dan pengaturan tentang permainan judi.

Lima kejahatan yang tersebut di atas mengandung unsur tanpa izin, dalam unsur tanpa izin inilah melekat unsur melawan hukum kelima kejahatan di atas.

I. Kejahatan pertama, kejahatan ini dimuat dalam butir pertama, yaitu kejahatan yang melarang – yang tanpa izin dengan sengaja memberikan atau menawarkan kesempatan untuk bermain judi dan menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Dari uraian tersebut, maka unsur kejahatan ini adalah;

a. Unsur objektif.
b. Perbuatannya menawarkan dan memberikan kesempatan.
c. Objek untuk bermain judi tanpa izin.
d. Dijadikan sebagai mata pencaharian.
e. Unsur subjektif.

Dalam kejahatan pertama ini, si pembuat tidak melakukan perjudian. Dalam kejahatan ini tidak termuat larangan untuk bermain judi, tetapi perbuatan yang dilarang adalah:

a. Menawarkan kesempatan bermain judi.
b. Memberikan kesempatan berjudi.

Menawarkan kesempatan di sini berarti si pembuat melakukan apa saja untuk mengundang atau mengajak orang-orang untuk bermain judi, dengan menyediakan tempat atau waktu tertentu. Dalam hal ini, belum ada orang yang melakukan perjudian.

II. Kejahatan kedua; kejahatan yang kedua, yang juga dimuat dalam butir I adalah tanpa izin dengan sengaja turut serta dalam suatu kegiatan usaha permainan judi. Dengan demikian terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:

a. Unsur Objektif.
– Perbuatannya: Turut serta; –
– Objek : dalam suatu kegiatan usaha permainan judi tanpa izin.
b. Unsur Subjektif.
-Dengan sengaja.

Pada kejahatan perjudian jenis ke 2 ini, perbuatannya adalah turut serta, artinya dia ikut terlibat dalam usaha permainan judi bersama orang lain.

Seperti pada bentuk pertama, dalam bentuk kedua ini juga memuat unsur dengan sengaja, akan tetapi kesengajaan ini lebih kepada unsur perbuatan turut serta dalam kegiatan usaha permainan judi, artinya bahwa si pembuat menghendaki untuk melakukan perbuatan turut serta dan didasarnya bahwa keturut sertaannya itu adalah kegiatan permainan judi.

III. Kejahatan Ketiga Kejahatan perjudian bentuk ketiga ini adalah tanpa izin dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi. Unsur-unsurnya adalah:

a. Unsur Objektif:
-Perbuatan: menawarkan atau memberi kesempatan;
-Objek: Kepada khalayak umum; Untuk bermain judi tanpa izin.
b. Unsur Subjektif.
-Dengan sengaja.

Kejahatan perjudian ketiga ini sangat mirip dengan kejahatan perjudian bentuk pertama. Persamaannya adalah unsur perbuatan, yaitu menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi.

Sementara perbedaannya adalah sebagai berikut:

Pada bentuk pertama, perbuatan menawarkan atau memberikan kesempatan tidak disebutkan kepada siapa ditujukan, bisa kepada seseorang atau beberapa orang, sedangkan kepada khalayak umum, jadi tidak berlaku kejahatan bentuk ketiga ini jika hanya ditujukan pada seseorang atau beberapa orang saja.

Pada bentuk pertama, secara tegas disebutkan bahwa kedua perbuatan itu dijadikan sebagai mata pencaharian, sedangkan pada bentuk ketiga ini tidak terdapat unsur pencaharian.

IV. Kejahatan Keempat Kejahatan perjudian bentuk keempat dalam pasal 303 ayat (1) KUHP adalah larangan dengan sengaja turut serta dalam menjalankan kegiatan usaha perjudian tanpa izin, dimana unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

a. Unsur Objektif
– Perbuatannya : Turut serta; – Objeknya : dalam kegiatan usaha permainan judi tanpa izin;
b. Unsur Subjektif
-Dengan sengaja.

Bentuk keempat ini juga hampir sama dengan bentuk kedua, perbedaannya terletak pada unsur turut sertanya.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi judi Kartu

Pada bentuk kedua, unsur turut serta ditujukan pada kegiatan usaha perjudian sebagai mata pencaharian, sedangkan dalam bentuk keempat ini, unsur turut sertanya ditujukan bukan untuk mata pencaharian.

V. Kejahatan kelima. Pada bentuk kelima ini juga terdapat unsur serta, namun serta dalam bentuk kelima ini bukan lagi mengenai turut serta dalam menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi, melainkan turut serta dalam permainan judi itu sendiri.

Penyertaan dalam Tindak Pidana Pasal 55

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;

2. Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

a. Unsur Objektif
– Perbuatanya: melakukan, menyuruh melakukan dan turut melakukan tindak pidana.
b. Unsur Subjektif
– Sengaja Mengajurkan

Pasal 56 dipidana sebagai pembantu kejahatan:

1. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

a. Unsur Objektif
– perbuatanya; Membantu pelaku tindak pidana
b. Unsur Subjektif
– Sengaja Melakukan

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi judi
Kesimpulan:

Berdasarkan uraian dan unsur lima kejahatan yang termuat dalam pasal 303 ayat 1 di atas, maka seseorang yang halaman rumah atau tanahnya digunakan untuk tempat permainan judi harus di buktikan keterlibatanya dalam perjudian tersebut, sekuarang-kurangnya pemilik lahan/halaman harus mengetahui bahwa halaman/pekaranganya digunakan untuk lokasi permainan Judi.

Advokat Sariadin & Patner

T t d

SARIADIN. SH
Advokat Peradi

%d blogger menyukai ini: