17 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Efek Covid, Operasional Gudang Garam Setop Penjualan

Berita ini diberdayakan untuk katadata.co.id
Oleh; Ekarina

© Disediakan oleh Katadata

Pandemi corona telah memukul kinerja emiten rokok, salah satunya PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Akibat corona, operasional dan distribusi perseroan berhenti sementara dan volume penjualan perseroan menurun drastis.

Manajemen Gudang Garam mengungkapkan, volume penjualan perusahaan turun tajam sejak April 2020. Hal ini disebabkan kenaikan cukai rokok dan daya beli masyarakat yang cenderung lesu.

Pandemi Covid-19 membuat tantangan semakin berat karena daya beli masyarakat tertentu makin tertekan dan berdampak terhadap permintaan produk perseroan.

“Sejak April hingga saat ini, volume penjualan terlihat menunjukkan penurunan yang tajam,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5).

Adapun dari sisi operasional, operasional pabrik rokok perseroan terpaksa berhenti beroperasi satu hingga tiga bulan. Sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran corona dan menjalankan social distancing, perseroan juga menerapkan cuti bersama Idul Fitri mulai 1 Mei sampai yang diperpanjang hingga 3 Juni 2020.

Pelaksanaan cuti bersama tersebut telah diikuti dengan perencanaan pemenuhan persediaan barang jadi atau barang siap jual.Dengan begitu tidak mengganggu proses produksi.

Adapun PT Surya Madistrindo, anak perusahaan yang merupakan distributor tunggal produk perseroan, menghentikan kunjungan ke pelanggan sebagai upaya pelaksanaan social distancing.

Seiring terhentinya kegiatan tersebut, pendapatan perusahaan diprediksi turun kurang dari 25%. Adapun terkait nasib karyawan, dari 32.308 karyawan tetap dan tak tetap Gudang Garam saat ini, perusahaan menyatakan seluruhnya tidak ada yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atupun pemotongan gaji.

Gudang Garam berupaya memastikan kepatuhan terhadap protokol-protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan dan World Health Organization (WHO). “Perseroan juga memfasilitasi rapid test bagi karyawan, terutama distribusi, yang berhadapan langsung dengan pelanggan,” tulis manajemen.

Bagi karyawan yang bekerja dari rumah, Gudang Garam menyediakan prasarana yang dibutuhkan agar karyawan tetap dapat melakukan pekerjaannya semaksimal mungkin.

Produsen rokok pesaing Gudang Garam yakni PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) sebelumnya juga menghadapi tekanan akibat corona. Pabrik perusahaan di Surabaya bahkan menjadi salah satu episentrum virus setelah karyawannya terdeteksi positif Covid-19.

Dalam laporan keuangan Sampoerna per triwulan I 2020, manajemen menjelaskan bahwa perusahaan menangguhkan kegiatan di dua fasilitas produksi yang berlokasi di Rungkut, Surabaya sampai 1 Juni 2020. “Sementara, empat fasilitas produksi lainnya masih beroperasi,” seperti dikutip dari laporan keuangan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah puluhan karyawan di pabrik tersebut terjangkit virus corona (Covid-19). Untuk memastikan keamanan produknya dari paparan virus, Sampoerna menerapkan karantina produk selama lima hari sebelum pendistribusiannya.

Karantina selama lima hari tersebut, nyatanya dua hari lebih lama dari umur virus di permukaan plastik, seperti yang disarankan oleh European CDC dan World Health Organization (WHO).

Pihak manajemen pun menyampaikan bahwa hingga periode laporan keuangan konsolidasi kuartal I 2020 ini, tidak melihat dampak signifikan pandemi Covid-19 terhadap bisnis. Pasalnya, telah diterapkannya langkah-langkah penanganan darurat yang sesuai dalam menghadapi pandemi Covid-19.

%d blogger menyukai ini: