6 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ilmuwan Florida Dipecat, Tolak Memanipulasi Data Covid-19

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co
Oleh; Tempo.co

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO, Brevard County – Ilmuwan yang membuat portal data Covid-19 Florida tidak hanya dicopot dari posisinya pada 5 Mei, dia juga dipecat pada hari Senin, 18 Mei 2020, oleh Departemen Kesehatan karena menolak untuk memanipulasi data.

Rebekah Jones mengatakan dalam email ke USA TODAY Network bahwa dia sendirian menciptakan dua aplikasi dalam dua bahasa, empat dasbor, enam peta unik dengan lapisan fungsionalitas data untuk 32 variabel yang mencakup setengah juta baris data. Tujuannya adalah menciptakan cara bagi penduduk dan peneliti Florida untuk melihat bagaimana situasi Covid-19 secara seketika.

© Disediakan oleh Tempo.co

Rebekah Jones, arsitek dashboard Covid-19 Florida. Kredit: USA TODAY

“Saya mengerjakannya sendiri, enam belas jam sehari selama dua bulan, yang sebagian besar tidak pernah dibayar, dan sekarang ini telah terjadi, saya mungkin tidak akan pernah dibayar,” tulisnya dalam email, sebagaimana dilaporkan USA TODAY, Selasa. Dia membenarkan dia tidak hanya dicopot pada 5 Mei, tetapi juga dipecat dari pekerjaannya sebagai manajer Sistem Informasi Geografis untuk Departemen Kesehatan Florida.

Setelah USA TODAY Network pertama kali melaporkan pemindahan Jones dari posisinya yang bertanggung jawab atas Dashboard Data dan Pengawasan Covid-19 Florida yang ia buat, ia mengonfirmasi — seperti dilaporkan oleh CBS-12 di West Palm Beach — bahwa ia dipecat karena ia diperintahkan untuk menyensor beberapa data, tetapi dia menolak untuk “mengubah data secara manual untuk menghidupkan dukungan bagi rencana pembukaan kembali Florida.”

Dalam sebuah email Jumat lalu kepada para peneliti dan pengguna data lainnya, Jones memperingatkan bahwa dengan pencopotannya, perubahan kemungkinan besar akan terjadi pada aksesibilitas dan transparansi data dashboard. “Mereka membuat banyak perubahan. Saya menyarankan agar Anda cermat menggunakan data ini,” tulisnya.

Para peneliti yang melihat email itu bereaksi dengan kaget dan cemas, menyatakan bahwa hal itu bisa menjadi bukti bahwa pemerintah Gubernur Ron De Santis menyensor informasi untuk mendukung kasus pembukaan kembali Florida.

Lucky Tran, seorang ahli biologi dan komunikator kesehatan masyarakat di Universitas Columbia, di Twitter bereaksi terhadap berita tersebut dalam serangkaian tweet: “Ketika politisi menyensor ilmuwan dan memanipulasi angka-angka, kita semua menderita,” tulisnya.

Anggota Kongres AS yang mewakili Tampa Bay, Kathy Castor menulis: “Warga Florida tidak akan merasa aman dalam pembukaan tanpa transparansi.”

Juru bicara Gubernur Ron DeSantis, Helen Aguirre Ferré, mengeluarkan pernyataan kepada Miami Herald, dengan mengatakan: “Dashboard Florida Covid-19 diciptakan oleh tim Sistem Informasi Geografis (SIG) di Divisi Pengendalian Penyakit dan Perlindungan Kesehatan di Departemen Kesehatan Florida. Meskipun Rebekah Jones tidak lagi terlibat, tim GIS terus mengelola dan memperbarui Dasbor yang menyediakan informasi yang akurat dan penting yang dapat diakses publik.”

Tetapi email dari Jones sampai April menunjukkan bahwa Jones adalah orang yang merespons umpan balik dari para peneliti dalam upaya untuk meningkatkan dan memperbarui produknya. Jones mengatakan kepada USA TODAY Network bahwa dia sendiri yang bertanggung jawab atas “setiap baris kode.”

Selama 60 hari Jones mengatakan dia tidak pernah mengambil cuti, bahkan ketika tornado Paskah 12 April yang dahsyat meratakan rumah orangtuanya di Mississippi Tenggara. Halaman GoFundMe dibuat untuk membantu keluarganya pulih. Untungnya, ibunya selamat. Ayahnya, seorang sopir truk, berada di Texas pada saat itu.

Jones memberikan pembaruan terperinci dalam email setiap beberapa hari, seringkali teknis dan selalu responsif terhadap umpan balik pengguna. Pada saat diberhentikan, dia sedang berupaya membuat data historis lebih mudah diakses oleh pengguna.

Pada 25 April, Jones memberikan penjelasan mengapa set data akan berubah dari pagi dan sore setiap hari menjadi hanya sekali sehari. “Kami bersiap untuk menyediakan lebih banyak analitik dan data, dan tidak akan dapat memproses dataset lengkap dua kali sehari dengan staf yang kami miliki,” tulisnya.

“Kami telah diarahkan untuk mulai melacak data yang terkait dengan pembukaan kembali, dan itu menghabiskan banyak waktu staf dalam waktu yang sangat singkat.”

Beberapa hari kemudian dia dicopot dari posisi itu sepenuhnya dan pengguna datanya membunyikan alarm bahwa pemerintah mungkin menyensor sains.

Jones telah bekerja dengan Departemen Kesehatan sebagai analis geospasial dan kemudian manajer Sistem Informasi Geografis (SIG) sejak memperoleh gelar doktor dalam bidang Geografi dari Florida State University pada tahun 2018. Dia memegang gelar magister sains dalam geografi dan komunikasi massa dari Louisiana State University dan sarjana di bidang Jurnalisme dan Geografi dari Syracuse University.

USA TODAY | CBS-12 | MIAMI HERALD

%d blogger menyukai ini: