21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bupati Banyumas; Bongkar Masjid Apa Ndak Egois ?

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com
Oleh; kumparanNEWS

© Disediakan oleh Kumparan Viral takmir di Banyumas hendak bongkar masjid karena corona. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Banyumas Achmad Husein menegur takmir Masjid Almubarok di Kecamatan Wangon.

Husein menegur lantaran takmir hendak membongkar masjid karena kesal dengan imbauan pemerintah mengharuskan ibadah di rumah akibat pandemi corona.

Walhasil, masjid jadi sepi. Kekesalan takmir itu ditujukan ke Camat Wangon bernada ancaman hendak membongkar dan merobohkan masjid. Surat itu juga sejatinya ditujukan kepada Bupati Husein.

Menanggapi hal itu, Husein mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas mengimbau ibadah dilakukan di rumah di tengah pandemi corona sesuai instruksi dari Presiden, Menteri Agama dan juga MUI. Tujuannya adalah menghentikan penyebaran COVID-19.

“Apa enggak kasihan kalau ada satu (corona), kemudian ada masyarakat di situ terjangkit. Apa ya ndak egois, dipikir baik-baik lah. Mosok gara-gara seperti ini, kemudian masjidnya dibongkar,” ujar Husein, kepada wartawan, Jumat (1/5).

Husein mengatakan penularan corona dari masjid sudah pernah terjadi terhadap belasan warga di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Di sana, kata Husein, ada satu jemaah yang baru pulang dari Ijtima Ulama Asia di Gowa.

© Disediakan oleh Kumparan

Jemaah itu positif corona namun tetap salat berjemaah di masjid. Walhasil kini, ada 14 orang positif corona tertular dari jemaah itu. Husein menyebutnya sebagai klaster Gowa di Banyumas.

“Kasusnya kan sudah ada di (Kelurahan) Kober itu yang memaksakan ibadah, kemudian ada satu yang terpapar virus dari klaster Gowa satu saja, tapi kan akibatnya ada 14 yang positif,” ujar Husein.

Husein meminta takmir masjid Almubarok berpikir jernih dan menggunakan logika. “Berpikir lah yang jernih, pakai logika pakai nalar jangan emosional.”

%d blogger menyukai ini: