9 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pradana, Lolos S2 di 11 Universitas Kelas Dunia

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com
Oleh; Pythag Kurniati

© Disediakan oleh Kompas.com Cerita Lengkap Warga Solo yang Diterima di 11 Kampus Ternama di Amerika, Lewati Perjalanan Panjang (Kolase Tribunnews/ Instagram)

KOMPAS.com- Seorang pemuda warga Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo bernama Parama Pradana Suteja ini tak menyangka pengajuannya masuk ke 11 perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS) seluruhnya diterima.

Selama setahun persiapan, ternyata usaha pemuda 24 tahun itu tak sia-sia.

Mulai bulan Februari hingga Maret 2020 kemarin, dia menerima pengumuman kelolosan dari satu per satu perguruan tinggi ternama di dunia.

Namanya dinyatakan lulus dalam seleksi mahasiswa baru S2 di 11 universitas.

Ajukan diri ke 11 perguruan tinggi

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi perguruan tinggi Mulai dari Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Yale University, Princeton University, University of Pennsylvania, hingga Columbia University menyatakan namanya lolos dalam seleksi mahasiswa baru.

Dia mengaku menyiapkan berbagai dokumen dan persyaratan selama setahun sambil bekerja di bidang yang dia tekuni, arsitektur.

Bulan Januari 2020, Pradana mulai mendaftar ke kampus-kampus tersebut.

Alasannya mendaftar di berbagai perguruan tinggi ialah sebagai cadangan agar dapat diterima di salah satu perguruan tinggi.

“Lalu di bulan Februari hingga Maret 2020, saya mulai dapat pengumuman. Baik secara email, atau ada juga yang telepon saya langsung dari dosen sana,” kata Pradana seperti dikutip dari Tribunnews, Sabtu (18/04/2020).

Dari sebelas kampus yang menerimanya, tujuh kampus siap memberikan beasiswa pendidikan yang jika ditotal ialah senilai Rp 12 miliar.

© Disediakan oleh Kompas.com Parama Pradana Suteja memilih harvard untuk melanjutkan studi S2 nya (instagram.com/parama_ps)

Alasan pilih Harvard

Dari sederet perguruan tinggi mentereng, Pradana harus memilih satu perguruan tinggi, hingga dipilihlah Harvard University.

Pilihannya pada Harvard juga melewati proses panjang.

Sejak lulus SMA, Pradana menempuh studi S1 di Diablo Valley College lalu transfer ke University of California Berkeley.

“Diablo Valley College ini buat transisi dari SMA ke kampus pertama saya di University of California Berkeley,” ujar dia.

Pradana menekuninya jurusan major arsitektur dan minor pada teori arsitektur lanskap dan perencanaan lingkungan.

Di sana dia semakin memiliki pandangan luas tentang pendidikan.

Banyak pula dosennya yang merupakan lulusan Harvard sehingga dia terdorong mengikuti jejaknya.

“Di situ, dosen-dosen saya dari Harvard juga. Saya mulai terbuka pikirannya, ternyata seperti ini ya orang-orang dari Harvard,” kata dia.

Pradana melanjutkan, ada sesuatu yang membuatnya tertarik hingga akhirnya memilih Harvard.

“Orangnya pintar-pintar, kalau ngomong pakai bahasa yang susah-susah. Jadi saya terinspirasi bisa melanjutkan kuliah di Harvard gitu,” imbuh Pradana.

Perjuangan yang tak mudah

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi Kampus

Sejak kecil Pradana tumbuh di Kota Solo, yakni mulai SD hingga SMA.

Dia merupakan lulusan SMA Regina Pacis Solo tahun 2014.

Pradana mengaku banyak orang telah menginspirasi dan mendorongnya untuk menempuh pendidikan yang terbaik.

Keberhasilannya lolos di 11 universitas dunia ini ia persembahkan kepada mereka.

“Untuk orang tua saya, guru-guru saya, atau kerabat saya, yang telah mendukung saya hingga saat ini,”ucapnya.

Pradana mengaku, perjuangan untuk dapat lolos di 11 perguruan tinggi dunia tidak mudah.

“Bagaimana saya menyiapkan S2 ini. Karena tidak main-main karena susah juga untuk bisa masuk ke sana (kampus-kampus ternama),” ujar dia.

Selain itu, Pradana rupanya juga terinspirasi dari penyanyi Maudy Ayunda yang juga dikenal cerdas.

Maudy juga sempat bingung memilih dua kampus yang menerimanya, yaitu Harvard dan Stanford.

“Saya berharap bisa berkontribusi ke bangsa Indonesia, dalam konteks menginspirasi teman-teman di Indonesia juga,”tutupnya.

%d blogger menyukai ini: