16 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jepang Darurat Nasional, Warga Dapat Bantuan

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh; Aditya Jaya Iswara

© Disediakan oleh Kompas.com Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

TOKYO, KOMPAS.com – Jepang akan menawarkan bantuan tunai senilai 100.000 yen (sekitar Rp 14,4 juta) kepada setiap penduduk, saat negara menerapkan darurat nasional.

Keputusan itu diumumkan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Jumat (17/4/2020), menyusul langkah-langkah untuk mengatasi Covid-19 di negara perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut.

“Kami bergerak cepat untuk memberikan uang tunai kepada semua orang,” kata Abe dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, saat menjelaskan keputusannya untuk memperluas keadaan darurat nasional.

Bantuan tunai ini awalnya bernilai 3 kali lipat untuk rumah tangga yang mengalami penurunan pendapatan karena virus corona.

Namun Abe mengubahnya dan meminta maaf atas kebingungan tersebut.

Kasus virus corona dan korban meninggal di Negeri “Sakura” relatif lebih sedikit dibandingkan negara-negara sekitarnya.

Akan tetapi baru-baru Tokyo telah memicu kekhawatiran. Pada Jumat (17/4/2020) tercatat ada 201 kasus baru, yang merupakan jumlah harian tertinggi di ibu kota Jepang tersebut.

Abe awalnya menyatakan keadaan darurat di 7 wilayah negara, lalu pada Kamis (16/4/2020) diperluas ke seluruh negeri.

Dia mengatakan, keputusan ini diambil dalam upaya membatasi perjalanan domestik selama liburan Golden Week pada akhir April dan awal Mei, yang biasanya dirayakan banyak orang Jepang meninggalkan kota untuk mengunjungi keluarga di tempat lain.

Keadaan darurat ini memberikan wewenang kepada gubernur untuk menuntut penduduk tetap di rumah, tetapi tidak ada hukuman bagi pelanggar karena tidak ada landasan hukum formalnya.

Perdana Menteri mengemukakan, pihak berwenang akan menilai kembali situasi pada 6 Mei di akhir libur publik.

“Jika kita semua bisa menahan diri untuk tidak keluar, kita dapat secara drastis mengurangi jumlah pasien dalam dua minggu.”

“Masa depan tergantung pada perilaku kita,” lanjut Abe dikutip dari AFP, seraya mengungkapkan tindakannya untuk mengurangi kontak sosial setidaknya 70 persen belum tercapai.

Bulan lalu Abe telah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai 1 triliun dollar AS (sekitar 15,5 kuadriliun) untuk melindungi sektor pekerjaan, meningkatkan sektor medis, dan mengurangi penderitaan bagi keluarga yang bekerja.

%d blogger menyukai ini: