22 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jokowi: Ada Resesi Ekonomi Global, Kita Harus Siap

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh; kumparanBISNIS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua menterinya bersiap menghadapi resesi ekonomi global di tahun ini. Apalagi, semua negara termasuk Indonesia kini tengah menghadapi persoalan wabah corona yang berdampak juga pada perekonomian.

© Disediakan oleh Kumparan

Jokowi mengakui target-target pertumbuhan yang sudah disusun sebelumnya harus terkoreksi akibat pandemi tersebut.

“Kita harus bicara apa adanya target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi cukup tajam, tapi ini bukan hanya terjadi di negara kita tapi juga di negara lain juga sama, mengalami hal yang sama hampir semua negara di dunia,” kata Jokowi dalam sidang kabinet, Selasa (14/5).

Ia menambahkan, lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF hingga Bank Dunia sudah menyatakan bahwa ekonomi global 2020 akan memasuki periode resesi.

“Hitung-hitungan terakhir yang saya terima ekonomi global bisa tumbuh negatif 2,8 persen, kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario. Kita tidak boleh pesimis tetap harus berikhtiar, bekerja keras untuk pemulihan-pemulihan baik pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi dan Insyaallah kita bisa,” tegasnya.

Untuk itu, Jokowi meminta agar dibuatkan skenario dalam mengatasi ancaman resesi. Menurutnya, semua harus dikerjakan dengan optimistis. Sehingga, masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik.

Jokowi juga meminta semua pihak waspada terhadap dampak selanjutnya yang tidak hanya mengancam pada tahun ini. Namun juga pada tahun berikutnya.

“Kita harus tetap waspada akan dampak lanjutan COVID-19 pada ekonomi di 2021, betul-betul dihitung dengan cermat potensi peluang dan berbagai risiko yang ada baik domestik maupun global,” katanya.

Ia mengingatkan agar semua harus bisa fokus pada program-program yang sudah disusun di awal masa pemerintahan. Sehingga, bisa memenuhi target yang ditentukan bersama.

“Saya ingatkan kita harus tetap fokus pada misi besar kita reformasi struktural yang harus tetap berjalan, reformasi untuk percepatan dan pemerataan pembangunan baik itu reformasi regulasi, reformasi birokrasi, reformasi dalam peningkatan produktivitas dan transformasi ekonomi. Itu misi besar kita,” tutupnya.

%d blogger menyukai ini: