9 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pernyataan Sikap Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara

<div class="at-above-post addthis_tool" data-url="https://timurmerdeka.com/arsip/17444"></div>Untuk masyarakat masa depan <!-- AddThis Advanced Settings above via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Advanced Settings below via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons above via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons below via filter on get_the_excerpt --><div class="at-below-post addthis_tool" data-url="https://timurmerdeka.com/arsip/17444"></div><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt -->

Pengirim; Ruslan Buton

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Panglima Ruslan Buton

Untuk Saudaraku Muhammad Said Didu Dan Bung Luhut Binsar Panjaitan

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai putera bangsa yang sangat mencintai Republik ini, kami sangat kagum dan hormat serta bangga pada saudara M Said Didu – yang telah berani dengan lantang – menyuarakan kebenaran dan mengungkap tabir kepalsuan, yang selama ini terbungkus rapi oleh pengendali rezim ini.

Kami yakin dan percaya, pernyataan Said tentang kinerja bung Luhut Binsar Panjaitan (LBP) bukanlah untuk mencari popularitas atau panggung politik. Akan tetapi sebuah bentuk kepedulian yang menjadi panggilan jiwa anak bangsa, yang ingin menyelamatkan bangsanya dari hegemoni para jongos, yang ingin menguasai republik ini – demi ambisi pribadi dan kelompoknya.

Said sudah membangunkan dan menyadarkan seluruh rakyat pribumi – yang waras dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda beda – untuk bangkit melawan kezaliman.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Muhammad Said Didu

Rakyat pribumi yang selama ini merasa asing di negeri sendiri karena kebijakan “konyol Luhut Binsar Panjaitan” yang saat ini menjelma menjadi – malaikat pencabut nyawa bagi siapapun – yang merintangi ambisinya.

Di setiap persoalan yang terjadi di negeri ini, Luhut selalu hadir bagaikan pahlawan – namun bukan hadir untuk memberikan solusi akan tetapi menebar ancaman dengan penuh kesombongan dan keangkuhannya – yang membuat rakyat waras menjadi muak dan jijik mendengar namanya.

Entah dendam apa yang terpendam dibenak Luhut sehingga begitu memusuhi bangsanya sendiri. Kebijakannya selalu tidak berpihak kepada rakyat, bangsa dan negara dan lebih condong membela kepentingan Aa Seng dan asing terutama pada Negara “Komunis Cina”.

Dalam kesempatan ini, Kami menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Saudaraku, Muhammad Said Didu. Anda tidak perlu ragu, gentar apalagi takut. Hadapi tantangan kelompok Luhut Binsar Panjaitan dengan jiwa kesatria karena Kami yakin, Anda adalah seorang petarung dan Nasionalis sejati dari tanah Sulawesi – yang merupakan titisan salah satu Pahlawan Nasional yang bergelar “Ayam jantan dari Timur”.

Demi Allah, demi rakyat dan bangsa Indonesia. Kami, para prajurit TNI non aktif dari tiga matra; Darat, Laut dan Udara bernama “Serdadu Eks Trimatra Nusantara”, yang di dukung penuh oleh para Jenderal Purnawirawan Nasionalis Sejati serta seluruh rakyat pribumi yang peduli bangsa – siap mengawal anda dari berbagai ancaman atau intimidasi oleh siapapun dan dalam bentuk apapun.

Tetap semangat, teruslah suarakan kebenaran dan keadilan demi tetap tegaknya NKRI yang sangat kita cintai ini – demi generasi dan anak cucu kita.

2. Bung Luhut Binsar Panjaitan. Meskipun Kami bukan lagi sebagai prajurit TNI aktif namun jiwa nasionalis Kami – untuk bangsa ini – tidak akan pernah luntur dan tidak akan bisa tergadaikan oleh iming-iming harta, jabatan ataupun hal lain yang bisa merubah pendirian Kami agar menjadi penjilat dan penghianat bangsa. Etika prajurit dan jiwa Sapta Marga kami masih melekat dan tetap membara.

Mohon maaf, dengan sangat terpaksa – Kami mengecam sikap arogan dan kesombongan Anda, yang tidak mencerminkan seorang ksatria bangsa. Kami memposisikan, menempatkan Anda – bukan dan tidak sebagai Jenderal karena – Kami lebih menghormati Kopral yang berjiwa Nasionalis, ksatria dan patriot sejati. Kami tidak butuh seorang Jenderal penjilat, penghianat bangsa.

Bung Luhut, asal Anda tahu. Tidak ada hal positif yang Anda wariskan, yang bisa Kami petik – baik semasa Anda dinas sebagai prajurit TNI aktif terlebih lagi sekarang, Anda berada dalam rezim pemerintahan ini.

Rasa kecewa yang tak terbantahkan dari Kami semua – dengan segala sikap arogan dan kesombongan serta penghianatan Anda terhadap bangsa ini – yang selalu berlindung di balik jabatan super power sebagai Menteri “atasi segala urusan” (ASU).

Tak terbersit sedikitpun bagi Kami untuk menjadi penghianat bangsa. Kami di berhentikan dari kedinasan bukan karena penghianatan atau kesalahan secara menyeluruh, namun tidak sedikit di antara Kami yang telah menjadi “tumbal pimpinan” dan para jongos, yang hanya ingin mengamakan pangkat, karir dan jabatannya dengan mengorbankan prajurit ditingkat bawah – seperti Kami.

Biarlah itu semua menjadi masa lalu Kami yang, insyaa Allah tidak akan pernah Kami sesali sebagai dinamika kehidupan.

Bung Luhut Binsar Panjaitan

Pertanyaan singkat untuk Anda jawab. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat Kami cintai ini, Anda mau bawa kemana…!!!?

Kalau Anda sebagai prajurit sejati, renungkanlah pesan-pesan Jenderal Besar Soedirman; apa yang telah Anda lakukan selama ini, sudah sesuai dengan pesan beliau.

Kita ketahui bersama, saat ini terjadi bencana Internasional “pandemi covid-19” telah menjelma menjadi monster yang sangat menakutkan dan telah meluluh-lantakan perekonomian global serta sendi kehidupan lainnya tidak terkecuali – negeri tercinta ini.

Tengoklah kebawah, rakyat di negeri ini menjerit karena himpitan, tekanan ekonomi yang luar biasa. Ironis dan begitu teganya, dalam kondisi seperti ini – Anda justeru serius membahas perpindahan ibu kota negara, nota bene hal itu bukan prioritas utama di tengah bencana internasional yang sedang melanda.

Berperanlah untuk ikut menyelamatkan kemelut bangsa ini, tunjukkan kepada rakyat bahwa ternyata Anda bukanlah “Jenderal penjilat dan penghianat”. Dan Kami pun akan berada di barisan Anda untuk bersama menyelamatkan NKRI.

Tetapi bila anda tidak mampu mengemban amanah ini, Kami minta agar Anda berjiwa ksatria, legowo untk melepaskan jabatan Anda sebagai Menteri. Salut, hormat dan bangga dari Kami bila anda bisa melakukan itu.

Mari sama-sama dengan seluruh komponen bangsa lainnya, mencari solusi menyelamatkan bangsa agar terbebas dari pandemi covid-19 yang sebentar lagi – dan ini tidak kalah penting adalah dampak atau efek dominonya – bencana kelaparan masal.

Jika hal itu tidak terselesaikan segera maka pilihan 271 juta rakyat Indonesia terutama ditingkat bawah yang kalian sebut si miskin – akan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan hidupnya. Hanya ada dua pilihan dari Kami si miskin yakni mati melawan Corona atau mati menahan lapar.

Semoga alam pikiran sehat Anda terbuka dan sadar untuk kembali kepangkuan ibu pertiwi yang saat ini sedang menangis pilu – menyaksikan keadaan bangsa ini. Dan bila tidak, maka Anda bukanlah bagian Kami. Tidak ada pilihan bagi Kami dan seluruh komponen bangsa kecuali “bersatu melawan kezoliman”.

Demi Allah, demi rakyat dan bangsa Indonesia. Selaku pimpinan tertinggi Serdadu Eks Trimatra Nusantara, Saya telah siap mewakafkan jiwa raga ini – untuk menjadi tumbal bangsa demi tetap tegaknya NKRI yang sangat kita cintai ini.

Saudara-saudaraku, para Serdadu Eks Trimatra Nusantara. Bila suatu saat, Saya sudah tiada kabar berita maka itu artinya “genderang perang” untuk berjihad menyelamatkan bangsa sudah di tabuh. Maka seketika itu, rubahlah perangaimu menjadi Harimau dan monster yang kelaparan, yang siap memangsa para penghianat bangsa ini.

Para Jenderal purnawirawan yang tergabung, silahkan mengambil alih Komando. Jangan sia-siakan Kami karena sesungguhnya – Kami adalah aset bangsa yang siap berkorban jiwa dan raga untuk negeri ini.

Untuk Kita semua; HIDUP MULIA ATAU MATI SAHID,,,,!!! NKRI tetap berdiri kokoh atau MATI

Gerakan selamatkan NKRI…!!! Semoga Kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. ALLAHU AKBAR…!!! ALLAHU AKBAR…!!! ALLAHU AKBAR…!!!

Baubau, 13 April 2020
Panglima Serdadu Eks Trimatra.

T T D

Ruslan Buton

** Editor; LM Amirul Nasiru

%d blogger menyukai ini: