4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

<div class="at-above-post addthis_tool" data-url="https://timurmerdeka.com/arsip/17401"></div>Untuk masyarakat masa depan<!-- AddThis Advanced Settings above via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Advanced Settings below via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons above via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons below via filter on get_the_excerpt --><div class="at-below-post addthis_tool" data-url="https://timurmerdeka.com/arsip/17401"></div><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt -->

Pentingnya Riset Dan Penelitian

Penulis; Eddy Boekoesoe
Editor; LM Taufiqurrahman Nasiru

Riset atau research dalam bahasa Inggris bermakna penelitian. Riset penting buat bangsa ini, karena itu – disediakan Kementeriannya yang saat ini dinakodai oleh Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, pada umumnya periset di Indonesia hanya diarahkan untuk dapat piagam pengharagaan seperti ini. Ilustrasi/timurmerdeka.com

Sayangnya, hasil karya riset bangsa ini – masih teronggok ditempat-tempat pembuatannya. Hampir semuanya tidak bermanfaat terutama buat perkembangan ekonomi bangsa ini. Disitu letak dagelannya. Mengapa demikian?

Riset di Indonesia merupakan ujung sistem pendidikan yang baru sampai pada taraf menghasilkan orang jadi TAHU, belum sampai ke taraf BERBUAT. Dalam sistem pendidikan – tahu – riset hanya digunakan untuk memenuhi keinginan tahuan, maka hasil riset hanya memenuhi rasa ingin tahu para penguji dan – tinggilah nilai riset tersebut.

Riset yang hanya mengungkapkan rasa ingin tahu ini menjadi tidak bermanfaat dalam menjawab persoalan ekonomi bangsa ini yang – menggunung.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, hanya sebagaian kecil saja para periset di Indonesia melakukan penelitian yang aplikatif. Ilustrasi/timurmerdeka.com

Dalam sistem pendidikan yang bertujuan membuat orang bisa berbuat pada masyarakat moderen, riset dipergunakan untuk menemukan solusi persoalan – mayoritas persoalan ekonomi, lebih khusus lagi persoalan industri.

Hasil riset bidang industri yang terus mencari solusi inilah, menjadi motor penggerak ekonomi dunia. Mengapa?

Karena di dunia industri, problem perbaikan diurus terus menerus tanpa ada putusnya dan dana untuk kegiatan riset sengaja disediakan dalam jumlah besar demi benefit yang akan didapatkan oleh pelaku industri.

Itulah juga sebabnya, riset di dunia industri moderen sangat aktif, produktif dan solutif sehingga bangsa yang bersangkutan mencapai kemajuan ekonomi yang sangat tinggi.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, seharusnya hasil riset dapat langsung bermanfaat seperti ini. Ilustrasi/timurmerdeka.com

Mengurangi lucunya dagelan Pemerintah Republik Indonesia dalam kekinian, narasi ini hanya berupa himbauan; agar yang mampu melakukan penelitian dapat “bersedekah solusi”. Karena yang dihadapi oleh industri kita saat ini – masih miskin secara massif.

Sedekah itu akan sangat berguna buat bangsa ini dan insya Allah akan menghasilkan pahala dengan imbalan berlimpah bagi pemberinya. Merrrdekaaa…!!!

Pentingnya Kredit Usaha Rakyat.

Kredit Usaha Rakyat yang biasa di singkat KUR, sangat indah dan didambakan pada awalnya. Betapa tidak, alasan pertama namanya KUR. Alasan kedua jadi indah karena tidak memerlukan agunan dan alasan ketiga, bunganya murah yakni 7% setahun.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Lembaga inilah yang seharusnya mengelola dan bertanggung jawab terhadap program KUR – bukan Bank. Ilustrasi/timurmerdeka.com

Begitu masuk ke syarat keempat, disini mulai terjadi lawakan yang – sangat tidak lucu. Kredit ini akhirnya hanya dapat diberikan kepada pengusaha yang sudah berjalan minimum DUA TAHUN.

Persyaratan keempat ini menjadi “anti klimaks” karena, kredit ini tidak berlaku untuk pengusaha pemula bahkan – untuk usaha yang berumur di bawah dua tahun sekalipun, yang hanya memerlukan jumlah dana jutaan rupiah saja.

Ironisnya lagi (jika tidak bisa dikatakan Pemerintah sebagai pemilik uang dan program di kadalin Perbankan); usaha baru yang layak secara bisnis, pasarnya pasti, teknologi produksi sudah teruji, ketersediaan bahan baku sudah terjamin – tidak bisa mendapatkan KUR dari Bank.

Lalu, kemana usaha layak bisnis itu bisa mendapatkan modal investasi atau modal kerja yang besarannya tidak milyar-milyaran bahkan tidak sampai juta-jutaan?

Peraturan dua tahun pengalaman berjalan mungkin pantas diterapkan pada semua jasa perbankkan tetapi ketika sampai pada jasa KUR maka hal itu sejatinya berubah total karena landasan hukumnya harus mengukuti pola dan skema pembiayaan yang telah ditetapkan Pemerintah sebagai pemilik dana dan program.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, tujuan didirikan LPDB memang untuk rakyat pengusaha kecil dan pemula. Ironisnya, LPDB juga minta jaminan. Ilustrasi/timurmerdeka.com

Pertanyaan menggayut berat, apakah Pemerintah sebagai pemilik uang dan program tidak melihat – berapa juta calon pengusaha baru (UMKM) di negeri ini yang sengaja digagalkan pihak Bank selama ini hanya dengan – aturan main Bank itu sendiri yakni “usaha harus berumur dua tahun berjalan”.

Selain tidak rasional dan tidak masuk akal, hal ini mengandung unsur pelecehan atau perlawanan terhadap Pemerintah – dengan indikator tegas, sengaja merubah aturan Pemerintah pada tataran operasional yang berkenaan langsung dengan hajat hidup rakyat dalam kemerdekaan berusaha.

Mengapa Pemerintah negeri ini, tidak belajar dari pemerintahan moderen nan kaya – yang menyemaikan usaha baru melalui inkubator canggih?

Pemerintah ini sepertinya tanpa sadar atau sengaja membiarkan praktek Perbankkan – meracuni jutaan rakyat yang hendak merajut kemajuan dan kekuatan ekonomi negeri ini dengan – aturan Bank yang membawa pembodohan dan pemiskinan itu?

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ini salah satu teknologi yang dimiliki LPDB selain dukungan dinas Koperasi di seluruh Indonesia. Ilustrasi/timurmerdeka.com

Solusinya;

Pertama, Pemerintah HARUS mengadakan penyemaian usaha industri baru dengan membangun inkubator-inkubator industri kecil yang moderen.

Kedua, menghentikan dan menghukum Bank yang selama ini secara nyata melawan Pemerintah dalam pelaksanaan program KUR.

Ketiga, Bank kembalikan pada posisinya sebagai penyalur dana KUR milik Pemerintah – bukan sebagai penentu boleh tidaknya seseorang mendapatkan KUR.

Ke Empat, agar tidak ada lagi pemiskinan dan pembodohan dari lembaga perbankkan maka dana KUR ditempatkan dan dikelola oleh Lembaga Pengelola Dan Bergulir (LPDB) milik Kementerian Koperasi karena negeri ini sudah lama sekali Merrdekaaa…..!!!!(***)

%d blogger menyukai ini: