7 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

La Juna S.Sos; Tanda-Tangani Kesaksian Mepokoaso

Laporan; Jaya – Konsel
Editor; LM Amirul Nasiru

Timurmerdeka.com – Konsel. Kompol La Juna S.Sos, Wakapolres Konawe Selatan (09/03) bertempat di balai desa Lalobao, kecamatan Andoolo turut serta menanda-tangani kesaksian mepokoaso (perdamaian) antara pemuda Kelurahan Ngapaaha dan pemuda desa Lalobao.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Wakapolres Konsel, La Juna S.Sos tanda-tangani dokumen mepokoaso. Photo; dok Polres Konsel/timurmerdeka.com

Selain Wakapolres La Juna menanda-tangani kesaksian mepokoaso yang dihelat pada Senin, pukul 14:30 hingga 16.45 wita itu – sejumlah tokoh masyarakat kedua belah pihak dan pejabat Muspida – turut serta bertanda-tangan sebagai saksi telah tercapainya mepokoaso (perdamaian).

Asal muasala terjadinya mepokoaso itu bermula dari tragedi hari Minggu (08/03), bentrok fisik antara kedua belah pihak tak terelakkan – cukup menegangkan meskipun tidak terjadi korban jiwa. Kondisi kamtibmas saat itu sudah meresahkan bahkan ditengarai mulai membias, liar – sampai pada penghadangan dan pengancaman.

Sumber dilapangan mengatakan; entah bagaimana awalnya, sejumlah pemuda dari desa Lalobao melakukan penghadangan dan pengancaman terhadap sejumlah pemuda Kelurahan Ngapaaha. Kata orang-orang, hari Minggu jam 24.30 wita. Kami juga tidak tahu masalahnya apa, Kita jadi bingung bahkan ketakutan. Kata Made yang dihubungi redaksi via handphone.

Mencermati kondisi yang demikian itu, pejabat tingkat Muspida kabupaten Konsel bergerak cepat melakukan antisipasi untuk menurunkan dan meredam ketakutan rakyat – yang pada akhirnya menghadirkan Kasat Sabhara, AKP Idham Sukri S.Pd.i dengan 35 orang personilnya guna mengamankan mepokoaso.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Kasat Sabhara, AKP Idham Sukri S.Pd.i. Photo; dok Polres Konsel/timurmerdeka.com

Dalam gelaran mepokoaso dengan tata cara adat Tolaki ini, turut serta dihadiri ketua adat, Drs Syawal Silondae, Pejabat Muspida dan Muspika. Sementara itu, warga yang hadir dari kedua belah pihak yang bertikai berjumlah 60 orang. Tamu undangan yang terpantau adalah sebagai berikut:

1.Wakapolres Konsel, Kompol La Juna S.Sos.
2.Anggota DPRD Konsel Dapil satu, Mbatono Suganda.
3.Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP Fitrayadi S.Sos. SH.
4.Kapolsek Andoolo, Ipda S. Siboro.
5.Kasat Pol PP Konsel, Drs H. Bamran Aras. MM. Pub.
6.Kepala Desa Lalobao, Paijo.
7.Tokoh masyarakat, Ahmar Tohara. SH.
8.Ketua Lembaga adat Tolaki Konsel, Drs. Syawal Silondae.
9.Lurah Ngapaaha, Agus Salim. L. SE. MM.
10.Kabag Ops Res Konsel, AKP H. Jumadir. SH.
11.AKP AM. Talondong.
12.AKP Trimo Mustofa.
13.Iptu Muslimin.
14.Sekcam Tinanggea, Nurwan. S.Sos. MPw.
15.Tokoh Masyarakat, Heriawan mangidi, SE.
16.Tokoh wanita.
17.Tokoh pemuda

Kesepakatan Mepokoaso

Mepokoaso yang disaksikan Wakapolres La Juna S.Sos menghasilkan sejumlah kesepakatan sebagai berikut:

  • Masing-masing tokoh masyarakat dari kedua belah pihak, menghimbau generasi mudanya agar tidak terjadi lagi pertikaian antara desa Lalobao dengan Kelurahan Ngapaaha.
  • Setiap ada permasalahan sekecil apapun agar cepat di komunikasikan kepada Pemerintah dan Tokoh masyarakat.
  • Kita harus menjalin silahturrahim antara Pemerintah, Tokoh masyarakat dan generasi muda kelurahan Ngapaaha dengan desa Lalobao – agar permasalahan yang terjadi baik yang lama maupun yang baru bisa diselesaikan dengan baik.
  • Orang tua kedua belah pihak tidak lagi memprovokasi anaknya ketika ada masalah.
  • Agar permasalaha ini tidak terulang lagi mengingat – akan ada kegiatan pesta demokrasi (Pilkada) di Konsel dalam waktu dekat ini.
  • Kita harus saling silaturrahim dan melakukan kegiatan positif lainnya seperti sepak bola persahabatan antar desa.
  • Kita harus menghargai para Tokoh atau Pejabat yang sudah hadir pada saat mempokaso.
  • Kesepakatan yang di buat atau yang sudah disepakati dari kedua desa agar tidak diabaikan atau disepelekan.
  • Selalu meningakatkan Patroli di tempat rawan kamtibmas serta menghadirkan Bhabibkamtibmas di Desa Binaan dan pantaun.
  • Unit Intelkam tetap melakukan monitoring, deteksi dini, cegah dini dan cegah aksi serta mengumpulkan segala informasi dan melaporkan kepada pimpinan untuk menciptakan Sitkamtiibmas yang aman dan kondusif.

Sosialisasi hasil mepokoaso

Dengan adanya sejumlah kesepakatan dalam mepokoaso maka yang harus dilakukan bersama adalah sosialisasi ke masyarakat, koordinasi dengan Pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta tokoh wanita.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, masyarakat peserta mepokoaso. Photo; dok Polres Konsel/timurmerdeka.com

Tujuannya adalah agar saling memberikan informasi terkait kesepakatan yang telah Kita buat dan tanda tangani bersama. Dan bilamana masih ada yang merasa tidak puas dengan kesepakatan tersebut agar diberikan pemahaman dan mediasi untuk didiskusikan bersama sehingga Kamtibmas tetap kondusif.(*****)

%d blogger menyukai ini: