16 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, Photo; Blog erva kurniawan.

Dari Blog: erva kurniawan

Editor; Laode Muhamad Amirul Nasiru

Pernahkan Anda bertanya mengapa shalat lima waktu itu harus dikerjakan pada waktunya? Ternyata ada kaitannya dengan siklus energi tubuh kita.

Siklus Enegi Tubuh Kita

Suatu penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan, terutama di Jepang, Eropa, dan Amerika – menyimpulkan bahwa energi tubuh manusia mengalami rotasi yang sangat teratur; naik dan turun kemudian naik lagi, begitu seterusnya. Para ilmuan itu membagi siklus energi tubuh menjadi beberapa fase:

Fase peningkatan.

Fase ini ditandai dengan bertambahnya semangat dan energi tubuh, sehingga tubuh terasa lebih energik dan rasa percaya diri pun meningkat.

Fase penurunan.

Pada fase ini, tubuh akan merasa atau jiwanya penat. Karena itu, ia membutuhkan istirahat yang cukup.

Fase transisi.

Fase ini merupakan masa negatif bagi energi tubuh manusia. Keadaan pada fase mirip dengan fase transisi dalam tidur terjaga.

Banyak studi akademis dan bukti yang ditunjukkan oleh pakar biologi di Cina, Eropa dan Amerika membuktikan bahwa ritme energi tubuh manusia mencapai puncaknya dua kali dalam 24 jam, masing-masing terjadi setiap 12 jam.

Derajat energi dan kebugaran tubuh manusia mencapai puncaknya secara bertahap sejak pukul 04.00 dan peningkatan energi tubuh juga terjadi pada pukul 16.00.

Para ilmuan menegaskan bahwa energi tubuh manusia pada pukul 02.00 sama dengan energi tubuh pada pukul 14.00. tetapi kadarnya lebih rendah dari energi pada fase yang pertama.

Maksudnya, puncak kekuatan dan kebugaran tubuh terjadi antara pukul 04.00 dan pukul 11.00. Peningkatan energi tubuh kembali berlangsung antara pukul 16.00 hingga pukul 18.00.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi energi tubuh/timurmerdeka.com

Derajat terendah energi tubuh terjadi sekitar pukul 14.00 dan sekitar pukul 02.00 untuk kemudian – dan proses mulai pukul 04.00 hingga derajat energi tubuh mencapai puncak keseimbangannya pada sekitar pukul 10.00 atau 11.00. rentang waktu kurang lebih enam hingga tujuh jam.

Tempo tersebut sudah sangat cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup dengan berbagai jenis tugas dan pekerjaan. Selanjutnya derajat energi tubuh menurun secara bertahap sekitar pukul 14.00, saat tubuh kita sangat membutuhkan suplay energi dari makanan dan istirahat selama tidak kurang dari dua jam.

Setelah itu energi dan kebugaran tubuh manusia akan kembali naik secara bertahap dan bisa menopang aktivitas selama tiga hingga empat jam. Namun energi tubuh pada pada fase yang kedua ini lebih rendah daripada energi tubuh pada pagi hari.

Kemudian energi mulai menurun kembali secara bertahap sekitar pukul 20.00 atau pukul 21.00 untuk kemudian benar-benar menurun sekitar pukul 23.00 atau 24.00 – saat itu tubuh sangat membutuhkan tidur dan istirahat hingga kekuatan energi tubuh mencapai keseimbangan terendahnya pada pukul 01.00 atau 02.00.

Saat tubuh membutuhkan pemenuhan kekuatan dan pembaruan sel-sel kemudian kekuatan tubuh memulai siklus baru untuk hari berikutnya. Demikian seterusnya.

Korelasinya dengan waktu shalat?

Waktu Shalat Subuh

Pada masa ini energi tubuh manusia mulai meningkat secara bertahap. Ketika seorang muslim melaksanakan shalat subuh berarti ia telah memulai hari itu dengan semangat yang tentu berpengaruh terhadap tubuh secara menyeluruh. Pengaruh itu nampak jelas setelah 1,5 atau 2 jam shalat subuh.

@ Disediakan oleh Bandar Betoambari, ilustrasi Azan, timurmerdeka.com

Masa tersebut merupakan waktu yang telah ditentukan untuk memulai rutinitas harian. Dengan demikian, tubuh berada dalam kondisi yang fit, baik dari segi fisik, pikiran maupun psikologis – yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita menunaikan tugas dan meningkatkan produktivitas perkerjaan kita.

Waktu Shalat Zuhur

Pada pukul 10.00 atau 11.00 grafik energi tubuh akan mencapai puncak keseimbangannya, artinya tubuh berada dalam kondisi terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan.

Aktivitas selama seharian tentu saja melelahkan sehingga tubuh perlu diistirahatkan agar setelah itu, dapat kembali melaksanakan tugasnya secara maksimal. Waktu shalat Zuhur masuk ketika matahari sudah bergeser dari garis lurus dengan bumi.

Di sinilah shalat Zuhur memainkan perannya untuk memenuhi kebutuhan istirahat itu dengan cara yang paling baik, pemenuhan dan memperbarui energi tubuh.

Waktu Shalat Ashar

Setelah shalat Zuhur, energi tubuh mulai menurun secara bertahap selama kurang lebih dua atau tiga jam. kemudian energi tubuh mulai meningkat secara bertahap ketika waktu shalat Ashar tiba ketika bayangan suatu benda separuh dari bayangannya.

Alhasil melaksanakan shalat pada waktu ini bisa dikatakan sebagai warming up yang ideal untuk mendukung energi tubuh serta menjaga keseimbangannya dalam menyelsaikan tugas-tugas harian dengan baik dan maksimal.

Waktu Shalat Maghrib

Setelah kurang lebih tiga jam setelah shalat Ashar, secara biologis pada masa ini grafik energi tubuh meningkat tetapi peningkatannya lebih rendah daripada peningkatan yang dicapai pada pagi hari.

Oleh karena itu, masa ini khusus untuk menyelesaikan tugas yang belum rampung atau untuk melaksanakan aktivitas yang beragam. Sehingga, shalat Maghrib dilaksanakan agar tubuh dapat beristirahat secara positif dan baik untuk memenuhi kekuatan dan menyuplai energi tubuh.

Hal itu agar tubuh dapat melangsungkan aktivitas dengan energik dan menyenangkan.

Waktu Shalat Isya

Pada waktu ini biasanya rutinitas harian sudah berakhir, dibarengi dengan menurunnya grafik energi tubuh. Dari sini kita bisa mengetahui urgensi shalat Isya.

Atau bisa diibaratkan sebagai cooling down dari seluruh kesibukan harian untuk kemudian menyudahi kepenatan fisik dan hati, reaksi serta tekanan psikologis agar seluruh tubuh betul-betul siap untuk mengkonsumsi hidangan makan malam dengan tenang dan menyenangkan.

Dengan demikian tubuh berada dalam kondisi terbaik dan bisa beristirahat atau tidur nyenyak sampai pagi hari – untuk melaksanakan shalat subuh sehingga tubuh berada dalam kondisi yang ideal untuk memulai rutinitas dengan energik dan mnyenangkan.

***

(Dikutip dan diterjemahkan dari “ash-Shalah Riyadhatun Nafs wal Jasad”).

%d blogger menyukai ini: