17 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cegah Virus Corona, KBRI di Korea Selatan Tutup Sementara

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Miranti Kencana Wirawan

© Disediakan oleh Kompas.com Walikota Seoul melarang pertemuan publik setelah lonjakan infeksi virus corona di Korea Selatan menjadi 204 kasus China. EPA-EFE/JEON HEON-KYUN

SEOUL, KOMPAS.com – KBRI Seoul mengumumkan penutupan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dalam keterangan yang diunggah melalui akun twitter resmi @IdEmbassy_Seoul dikatakan mereka tutup sementara untuk jamin keselamatan semua.

Pejabat KBRI dikabarkan bekerja dari kediaman masing-masing. Namun, WNI di Seoul diharapkan selalu memantau informasi selanjutnya di media-media sosial KBRI khususnya facebook dan instragram.

Diketahui hanya layanan konsuler saja yang tutup. Layanan konsuler meliputi paspor, SPLP, Legalisasi, serta Layanan Kekonsuleran dan Keimigrasian lainnya.

Layanan ini resmi ditutup sementara pada Jumat (28/02/2020) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan sementara KBRI Seoul diketahui setelah satu kasus terkonfirmasi virus corona di Yeouido dan diumumkan otoritas setempat pada Kamis (27/02/2020) sore.

Pihak KBRI juga sejauh ini telah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat mitra KBRI, Paguyuban Kedaerahan, Mahasiswa, serta kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan Jamaat Gereja Indonesia.

KBRI Seoul juga menceritakan keresahan WNI yang beberapa hari belakangan menghubungi mereka di nomor hotline bantuan darurat. Hal-hal yang diresahkan WNI di Korea Selatan seperti ketersediaan masker, kondisi pasien infeksi virus corona di berbagai wilayah, gejala virus corona sampai alamat rumah sakit rujukan.

Untuk itu, pihak KBRI Seoul dalam pernyataannya di kemlu.go.id mengimbau pada WNI di Korea Selatan agar segera menghubungi hotline bantuan darurat 010-5394-254 jika dalam situasi terdesak akibat hal-hal tersebut. Hotline KBRI Seoul dikabarkan selalu aktif 24 jam, selama 7 hari dalam sepekan.

Otoritas Korea Selatan hingga 25 Februari kemarin melaporkan 977 kasus infeksi terbaru virus corona. Angka ini merupakan angka paling tinggi di luar daratan utama China.

%d blogger menyukai ini: