3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Hampir semua saham Grup Bakrie anjlok ke level gocap

Berita ini diberdayakan untuk kontan.co.id

© Baihaki Hampir semua saham Grup Bakrie anjlok ke level gocap

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelaku pasar rupanya sedang ogah mengoleksi saham Grup Bakrie. Kini, hampir semua saham Grup Bakrie dan yang terafiliasi sudah berstatus sebagai saham gocap.

Harga saham Grup Bakrie yang terakhir masuk ke jajaran saham gocap adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Harga saham perusahaan batubara ini jatuh ke level Rp 50 pada Kamis pekan lalu (20/2).

Sebelumnya, di awal Januari, harga saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) jatuh ke level Rp 50 per saham. Kedua saham ini terkena sentimen saham gorengan.

Saham MDIA tertahan di level gocap sejak 8 Januari. Pada 2 Januari, harga saham ini masih di Rp 54 per saham.

Sementara saham VIVA tergeletak di level gocap sejak 14 Januari. Pada penutupan 2019 lalu, harganya masih Rp 75 per saham.

Total ada 10 perusahaan yang terafiliasi Grup Bakrie di jajaran saham gocap. Selain BUMI, VIVA dan MDIA, ada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE).

Selain itu ada PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Hanya ada satu saham Grup Bakrie yang harganya masih cukup tinggi, yaitu PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2), harga saham ini ditutup di Rp 84 per saham.

Sebelumnya, dikabarkan Jiwasraya sempat menanamkan investasi di saham Grup Bakrie yang kini harganya sudah merosot ke gocap, yakni BNBR dan ELTY. Namun kedua saham tersebut sudah dilepas.

%d blogger menyukai ini: