21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

762 Personel TNI Dikerahkan ke Kepulauan Seribu

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh: Yurike Budiman

© Yurike Budiman Personel TNI itu diperbantukan selama proses observasi 188 warga negara Indonesia (WNI).

Jakarta: Sebanyak 762 personel TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dikerahkan menuju Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu. Personel TNI itu diperbantukan selama proses observasi 188 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang dievakuasi dari kapal World Dream.

“Sebanyak 762 personel satgas kogasgabpad siang ini akan diberangkatkan ke Pulau Sebaru. Kegiatan ini hampir sama dengan Kogasgabpad yang lalu saat observasi WNI dari Wuhan di Natuna,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya Yudo Margono, Rabu, 26 Februari 2020 di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara.

Hari ini Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso bertolak ke Selat Durian sebagai titik penjemputan 188 WNI. Mereka direncanakan tiba di Sebaru Jumat, 28 Februari 2020.

“Kebetulan dari Kemenkes kita laksanakan observasi 14 hari sehingga nanti tim yang kita bawa ini dari kementerian, lembaga maupun TNI-Polri akan bergabung baik dari satgas pengamanan maupun satgas pendukung yang akan bersama-sama menggelar kegiatannya di Pulau Sebaru dengan markas di KRI Banda Aceh ini,” ujar Yodo.

Menurut yudo, tak ada perlakuan berbeda kepada 188 WNI dari Kapal World Dream. Penanganan dan prosedurnya sama seperti observasi WNI dari Wuhan yang dikarantina di Natuna.

“Hanya tempatnya yang berbeda. Tapi untuk teknisnya hampir sama. Karena ini di pulau sehingga banyak melibatkan kapal-kapal Angkatan Laut. Kalau kemarin di Natuna banyak melibatkan pesawat TNI AU untuk melaksanakan dukungan logistik,” ujarnya Yudo.

© Disediakan oleh Medcom.id image medcom, Kapal Pesiar World Dream Cruises bersandar di Pelabuhan Hong Kong (Foto: Philip Fong/AFP)

Diketahui ada 188 WNI dari Wuhan yang akan dipulangkan dan melakukan observasi, terdiri dari 16 wanita dan 172 pria.

Sebanyak 188 awak Indonesia yang bekerja di kapal pesiar World Dream dipulangkan. Ini menyusul dihentikannya sementara pengoperasian kapal jenis cruise ini akibat wabah Covid-19.

“Kami lepas jangkar di perairan internasional di dekat Kepulauan Bintan untuk memindahkan para awak ke kapal TNI AL,” kata President of Dream Cruises Michael Goh.

Dream Cruises telah mengambil keputusan menghentikan sementara kegiatan operasional kapal pesiar World Dream dari Hong Kong sejak 9 Februari 2020.

%d blogger menyukai ini: