7 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Virus Corona Juga Terdapat pada Babi dan Sapi, Ini Penjelasan Ahli

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Sri Anindiati Nursastri

© Disediakan oleh Kompas.com Brown cow on meadow.

KOMPAS.com – Virus corona ternyata tidak hanya terdapat di dalam satwa liar seperti kelelawar, melainkan hewan ternak seperti babi dan sapi.

Hingga saat ini, dari sekitar 40 jenis virus corona diketahui ada tujuh jenis yang dapat menginfeksi saluran pernapasan manusia (Human coronavirus, HCoV).

Selain dapat menginfeksi manusia, virus corona juga dapat menginfeksi hewan lain seperti anjing, kucing, sapi dan babi.

Virus corona pada sapi

Peneliti Mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra PhD, mengatakan bahwa pada hewan ternak virus corona umum dijumpai pada sapi.

Nama jenis virus corona pada sapi adalah Bovine coronavirus (BCoV). Virus ini dapat menginfeksi saluran pencernaan dan pernapasan pada sapi.

Infeksi pada sapi dewasa biasanya bersifat subklinis, tetapi akan menunjukkan gejala seperti diare. Sementara, pada anak sapi usia di bawah tiga bulan akan menunjukkan gejala dehidrasi. Kasus ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1973 di Amerika Serikat.

Virus corona pada sapi tidak hanya dapat menginfeksi antar sapi, tetapi juga hewan lainnya seperti anjing, rusa, jerapah, dan unta dengan tingkat gejala yang bervariasi.

“Coronavirus ini memiliki kesamaan genetik dengan coronavirus manusia penyebab flu biasa yaitu HCoV-OC43, yang diperkirakan berasal dari turunan yang sama pada tahun 1890,” kata dia.

Hal itu juga yang membuat pakar menduga bahwa pada awalnya sapi merupakan sumber penularan flu biasa atau HCoV-OC43 pada manusia, atau menduga sapi berperan sebagai inang perantaranya.

Akan tetapi, ditegaskan oleh Sugiyono, saat ini sapi tidak dapat menularkan penyakit flu biasa pada manusia. Virus tersebut telah megalami proses adaptasi dan kini telah bersirkulasi antara manusia, kasus kejadiannya umum dijumpai di berbagai negara.

“Dengan kata lain, penularannya tidak lagi melalui sapi,” ujar dia.

Virus corona pada babi

“Coronavirus juga dapat menyebabkan infeksi pada babi dengan tingkat kematian yang tinggi,” kata Sugiyono.

Salah satu jenis virus corona penyebab infeksi pada babi adalah Porcine deltacoronavirus (PDCoV).

Pertama kali kasus virus jenis ini dilaporkan pada akhir tahun 2000 di Hong Kong sebagai penyebab diare akut. Kemudian banyak ditemukan kasus lainnya di negara lain.

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi babi

Sugiyono berkata, virus ini diduga kuat berasal dari burung gereja (sparrow), yang merupakan inang alaminya.

Pada tahun 2017, wabah virus corona juga menyerang peternakan babi di China, yang disebabkan oleh jenis virus baru yaitu Swine Acute Diarrhoea Syndrome Coronavirus (SADS-CoV) yang menyebabkan kematian ribuan anak babi dengan menyerang saluran pencernaannya.

Wabah coronavirus pada babi ini memiliki kesamaan dengan wabah SARS, terutama secara geografis, waktu, ekologis dan penyebabnya.

“Virus baru ini ditularkan secara langsung ke babi dari inang alaminya yaitu kelelawar dari genus Rhinolophus,” tutur dia.

Mengenai studi tentang virus corona pada anjing serta kucing dan babi di Indonesia, kata Sugiyono, sudah dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu. Namun masih menggunakan metode konvensional dan susah dibandingkan.

Terdapat 2 dari 11 provinsi yang disurvei oleh peneliti, yang hasilnya menunjukkan positif babi tersebut memiliki virus corona. Kedua provinsi tersebut adalah Sumatera Utara dan Sulawesi Utara.

“Yang jelas studi virus corona pada hewan peliharaan dan hewan ternak sudah ada di Indonesia, tapi potensi penularannya ke manusia belum diketahui. Potensi risiko penularan ke manusia memang tetap lebih besar pada satwa liar,” ucap dia.

%d blogger menyukai ini: