28 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Usai Minum Kopi Dampaknya Terasa dari Otak, Perut, dan Jantung

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co

Oleh: Tempo.co


© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO, Jakarta – Beberapa orang memiliki kebiasaan minum kopi sebelum beraktivitas. Efek setelah minum kopi bisa dibilang ajaib, karena membuat tubuh lebih berenergi atau perut terasa melilit tak lama setelah menghabiskan secangkir kopi.

Ada banyak kandungan dalam kopi yang bisa memberikan efek bagi tubuh. Mulai dari kafein, chlorogenic acids, N-alkanoyl-5-hydroxytryptamides, dan banyak lagi. Efek minum kopi bisa berdampak besar ke tubuh manusia, mulai dari otak, perut, dan lainnya.

Berikut ini perubahan yang terjadi pada tubuh seseorang setelah minum kopi:

1. Stimulan otak

Ketika kafein masuk ke aliran darah, dengan cepat mereka menemukan jalan ke otak. Ketika hal ini terjadi, otak akan memberi komando tubuh sehingga merasa lebih waspada dan berenergi. Hanya perlu waktu sekitar 10 menit untuk melihat efek minum kopi ini terhadap kinerja otak seseorang. Ada reseptor adenosine di otak yang akan berinteraksi dengan kafein.

Adenosine ini berperan dalam membuat seseorang merasa mengantuk. Namun ketika kafein masuk, maka efek dari adenosine berkurang sehingga seseorang merasa berenergi. Bahkan menurut beberapa penelitian, kafein juga membantu meningkatkan daya ingat seseorang.

2. Insomnia

Di sisi lain, kandungan kafein juga berisiko menyebabkan seseorang sulit tidur atau insomnia. Minum kopi sebelum waktu tidur atau siang hari sebaiknya dihindari bagi yang memiliki gejala insomnia atau siklus tidurnya masih berantakan. Bila ada yang merasa belum merasa bugar jika belum minum kopi, perhatikan siklus dan kualitas tidur. Memang kopi bisa menambah energi, namun tidak dalam jangka panjang. Hanya kualitas tidur baik yang bisa membuat tubuh kembali bugar.

3. Mood jadi makin baik

Memang benar bahwa kandungan kafein membuat seseorang berenergi dan tidak mengantuk, tapi tak hanya itu. Lebih jauh lagi, efek minum kopi juga membuat mood jadi semakin baik. Seperti kinerja narkotika namun dalam skala yang jauh lebih kecil, kafein dalam kopi meningkatkan produksi substansi kimia dopamine di otak sehingga seseorang merasa mood-nya lebih baik. Namun bagi orang yang tak bisa menjalani hari tanpa kopi, yang terjadi justru sebaliknya: sakit kepala dan uring-uringan jika belum minum kopi.

4. Detak jantung meningkat

Bagi yang tidak terbiasa mengonsumsi kopi, terlalu banyak asupan kafein dapat menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat. Namun hal ini juga bisa terjadi jika kopi dikonsumsi berlebihan seperti lebih dari 3 cangkir dalam sehari.

Itulah mengapa orang yang terbiasa minum kopi bisa memiliki tekanan darah lebih tinggi, namun bisa memiliki toleransi pada jangka panjang. Hal ini terjadi karena efek minum kopi meningkatkan adrenalin dan respons hormonal lain akibat stimulan di dalamnya.

5. Aktifkan kontraksi di usus

Pernah merasa harus ke kamar mandi tak lama setelah mengonsumsi kopi? Hal ini terjadi karena kafein menjadi stimulus aktifnya kontraksi di usus dan otot usus halus. Ketika kontraksi terjadi, zat sisa yang akan dibuang akan terdorong ke rektum, tahap akhir saluran pencernaan. Menurut beberapa penelitian, kafein membuat usus 60 persen lebih aktif ketimbang kandungan air biasa. Bahkan kopi decaf sekalipun bisa membuat ingin buang air besar, namun hanya 23 persen.

6. Mengurangi nafsu makan

Efek minum kopi memang terbukti dapat mengurangi nafsu makan, namun bukan berarti dapat menurunkan berat badan. Hanya saja, kopi dapat menstimulasi terjadinya thermogenesis, proses tubuh menggunakan panas untuk membakar kalori.

SEHATQ

%d blogger menyukai ini: