25 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sentilan Sandiaga untuk Formula E Program Anies

Berita ini diberdayakan untuk detik.com

Oleh: Tim detikcom – detikNews


Foto: Mantan Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (Farih Maulana Sidik/detikcom).

Jakarta – Ajang Formula E yang rencananya digelar di Monas, Jakarta masih jadi polemik. Mantan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno melempar usul bernada sentilan agar tidak ribut.

“Daripada saling berantem soal Formula E, mendingan di Jakarta buat balapan gokart listrik dulu saja nih. Dikemas dengan menarik dan kreatif,” tulis Sandiaga lewat unggahan di akun Instagramnya, Rabu (19/2/2020).

Dia juga mengunggah video. Dalam video itu, Sandiaga sedang berada di Osaka, Jepang. Dia melihat sejumlah Gokart dengan pengendara orang berkostum warna-warni.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, gokart listrik seperti ini juga tidak kalah dengan Formula E dari segi dampak ekonomi.

“Saya yakin nilai ekonominya juga tidak kalah dan malah bisa lebih menjangkau seluruh kalangan. Di Jepang sedang ngetren wisata bermain gokart menggunakan kostum-kostum lucu.

Sebuah peluang usaha baru yang terinspirasi dari sebuah game. Tadinya saya ingin mencoba, namun diharuskan memiliki SIM international atau sim Jepang,” tulis Sandiaga.

Sandiaga terlihat mengenakan jaket biru dan masker. Dia menunjuk ke para pengendara gokart yang sedang menunggu lampu merah, di kejauhan. Dia bercanda santai soal ribut-ribut Formula E di Jakarta.

“Pak Gub, sebelum Formula E, daripada ribut, bikin itu aja dulu, keliling-keliling, keliling DKI. Supaya nggak pada beranteeeem mulu. Ampun. Mau bikin kegiatan yang niatnya, nawaitunya baik, diseraaang terus,” tutur Sandiaga dalam video.

Penyelenggaraan balap Formula E tinggal hitungan bulan, namun ribut-ribut Formula E masih saja bergema. Di tengah gaduh, Gubernur Jakarta Anies Baswedan masih saja puasa bicara.

Gema ribut-ribut pekan lalu adalah soal rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dalam surat Anies ke Sekretariat Negara. Pro-kontra muncul karena sesungguhnya TACB tidak merekomendasikan kawasan Monas menjadi arena balap Formula E.

Belakangan, Sekretaris Daerah DKI Saefullah menyatakan surat itu salah ketik. Tarung argumen terjadi di sekitar isu ini, melibatkan politikus hingga warganet di media sosial.

Presiden RI ke-5 yang juga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut mengomentari soal gelaran Formula E di Monas. Megawati mempertanyakan alasan Formula E digelar di kawasan cagar budaya.

“Nah, Gubernur DKI ini tahu apa tidak, kenapa sih kalau mau bikin Formula E itu, kenapa sih harus di situ (di Monas)? Kenapa sih nggak di tempat lain? Kan begitu, peraturan itu ya peraturan, kalian juga mesti tahu jangan sampai melanggar peraturan,” ujar Megawati di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2020).

Megawati mengatakan Monas merupakan cagar budaya sehingga pada ruang lingkup Monas tidak boleh dipergunakan untuk kegiatan apa pun.

“Monas itu di dalam keputusan peraturan itu adalah cagar budaya, garis bawahi, tapi jangan pula saya dibentur-benturkan (dengan) Pak Anies, bahwa Monas itu adalah sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya, artinya tidak boleh dipergunakan untuk apapun juga, rumah saya itu masuk dalam cagar budaya DKI, saya kalau mau betulin (renovasi), mesti izin, karena ada hal-hal yang tidak ada dalam arsitektur rumah yang lain,” kata Megawati.

Kemudian, Megawati bercerita soal perjuangan mendiang ayahnya, Sukarno, kala membangun Monas. Ia menyebut Monas kini menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

“Ketika Bung Karno sudah dilengserkan, Bung Karno itu cari uang sendiri, beliau bilang, saya masih ingat karena saya dengar, ‘kalau Monas ini, belum tentu pemerintahan akan datang akan melanjutkan’, karena itu kan wah yang kontra itu bilang itu proyek mercusuar dan bla-bla-bla, tapi kalau sekarang kan jadi kebanggaan nasional,” tuturnya. (idh/aud)

%d blogger menyukai ini: