16 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi

Oleh: RICKY SUWARNO

Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi terutama di saat wabah virus Corona lagi melanda dunia. Selama waktu ini, situasi epidemi belum begitu jelas sehingga raksasa internet China seperti Alibaba, Byte Dance pemilik Tik Tok, Tencent maupun Huawei semuanya menunda waktu masuk kerja.

Di mana sebelum munculnya wabah pneumonia ini, sebenarnya waktu masuk kerja sesudah liburan panjang Imlek jatuh pada tanggal 3 Februari. Namun, di perpanjang ke tanggal 10 Februari dan sekarang – di tunda lagi sampai seminggu kemudian.

Para perusahaan ini meminta karyawan untuk bekerja dari rumah, “Work from home” atau Teleworking yang sering dipandang sebagai alternatif terpaksa. Alasannya sangat sederhana, output yang terlalu rendah.

Bayangkan ketika semua karyawan harus bekerja dari rumah, segala kerja dan komunikasi karyawan dengan perusahaan maupun pelanggan mudah terganggu. Efisiensi komunikasi seluruh tim akan menurun drastis.

Komunikasi yang sebenarnya dapat diselesaikan dalam beberapa kalimat di kantor, namun ketika harus berkomunikasi lewat online langsung meningkatkan biaya dan waktu komunikasi.

Memang, ada sebuah perusahaan yang telah bekerja jarak jauh seperti ini selama 15 tahun. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2005 itu bernama Automattic, suatu perusahaan di balik WordPress.com, Jetpack dan WooCommerce.

Automattic adalah salah satu perusahaan yang benar-benar bekerja jarak jauh dari rumah. Namun, Pendiri dan CEOnya Matt Mulenweg lebih suka menyebutnya Pekerja “Terdistribusi”. Kata terdistribusi menggambarkan cara kerja mereka – hal mana setiap orang memiliki hak yang sama, katanya lebih lanjut.

Di Silicon Valley, raksasa teknologi memancing dari kolam kecil atau teluk yang sama. Perusahaan terdistribusi seperti Automattic dapat memancing dari seluruh lautan. Mereka merekrut orang yang dibesarkan di Jepang tapi tinggal di California. Mereka juga merekrut orang yang tinggal, bekerja, bangun dan tidur di belahan dunia mana pun mereka berada. Mereka memiliki budaya yang berbeda dan pengalaman yang juga berbeda.

Saat ini Automattic memiliki lebih dari 1.170 karyawan, Mereka berlokasi terpencar di 76 negara seluruh dunia. Semuanya bekerja jarak jauh dari rumah.

Automattic belakangan diketahui tidak memiliki kantor sampai sekarang ini bahkan kantor pusatnya ditutup pada tahun 2017 karena tidak ada karyawan yang menggunakannya – biaya sewa terbuang sia-sia.

Biaya yang dihemat tadinya akibat penutupan kantor tersebut dijadikan subsidi kepada karyawan, karyawan baru – bisa mendapatkan subsidi 2.000 Dolar untuk meningkatkan lingkungan kerja mereka. Jika karyawan merasa lebih efisien untuk bekerja di ruang kantor bersama Co-Working space atau Kedai kopi, Automattic akan memberikan subsidi sewa atau membayar uang kopinya setiap bulan.

“Mungkin ada yang meragukan bagaimana kinerja “kerja jarak jauh” atau Telecommuting ini? “

Perusahaan ini memiliki sistem pembuatan situs web terkenal di dunia, namanya WordPress, WordPress menempati urutan Peringkat pertama dalam Skala penggunaan global.

Hampir sepertiga dari situs web di seluruh dunia menggunakan WordPress misalnya situs web terkenal NASA, New York Times dan Time Magazine. Eh termasuk juga situs Ricky, artificialintelligenceindonesia.com dan www.timurmerdeka.com.

Pada tahun 2019, Evaluasi penilaian terbaru Automattic telah mencapai $3 miliar.

Salah satu sistem pendukung kesuksesan Automattic adalah menemukan orang yang tepat dengan kata lain – sejak awal perekrutan, Mereka harus menemukan orang yang cocok untuk pekerjaan jarak jauh.

Matt Mullenweg sangat menghargai karyawan yang memiliki dua jenis kualitas. Pertama, karyawan berinisiatif tinggi. Kedua, karyawan dengan keterampilan menulis yang baik.(Gegara itulah juga sehingga editor tulisan ini adalah Laode Muhamad Arfan Nasiru, hahahaaa….)

Menurutnya, jika karyawan memiliki motivasi diri yang tinggi walaupun harus bekerja dari rumah dan mungkin memiliki lebih banyak waktu luang – namun Mereka akan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi juga.

“Lalu, apa hubungannya kemampuan menulis dengan bekerja dari rumah atau Teleworking?”

Pendiri Matt menjelaskan kemampuan menulis yang jelas berarti seseorang memiliki pikiran yang jernih. Tidak peduli apakah karyawan itu berperan sebagai desainer, programmer atau salesman. Berpikir jernih adalah prasyarat utama selain itu, kemampuan menulis juga berarti bahwa komunikasi tertulis yang efektif dan jelas dapat meningkatkan efisiensi komunikasi ketika harus berkomunikasi jarak jauh.

Automattic menyediakan metode yang tidak pernah dipikirkan kebanyakan orang. Dari proses wawancara hingga menentukan penerimaan karyawan, semuanya diselesaikan secara online. Bahkan dalam putaran terakhir wawancara dengan CEO, para kandidat diwawancarai melalui obrolan online. Wawancara bukan lewat obrolan video, melainkan percakapan teks.

Setelah penyaringan awal, kandidat akan berpartisipasi dalam 3-8 minggu “uji coba jarak jauh”. Yaitu berpartisipasi langsung dalam proyek nyata. Hanya kandidat yang lulus Ujian yang bisa mendapatkan kesempatan bekerja di Automattic.

Di Automattic kolaborasi jarak jauh dapat dimulai kapan saja, di mana saja – tanpa perlu karyawan melapor ke kantor. Jadi tidak heran bila mereka dapat membuka “masa percobaan” selama fase wawancara.

Selain rekrutmen, Automattic juga mempraktekkan prinsip “remote First” dengan sangat baik. Artinya, semua sistem dalam Automattic dikembangkan berdasarkan persyaratan teleworking.

Dalam Hal manajemen, Automattic mengadopsi struktur yang benar-benar datar – setiap karyawan tidak memiliki hubungan atasan atau bawahan. Setiap karyawan adalah unit kerja independen, semua pekerjaan dilakukan oleh tim proyek. Keuntungannya, dapat memaksimalkan fleksibilitas setiap karyawan.


Perusahaan pelopor Bekerja dari rumah atau telecommuting “Automattic” (Image: Tech portal)

Automattic sama sekali tidak menetapkan posisi “Proyek manajer” melainkan, cukup mendorong tim untuk bebas mencoba kombinasi kerja baru dan metode kerja sama. Bila menemukan masalah, setiap anggota dapat bekerja sama memecahkan dan menyelesaikan masalah sendiri. Untuk tim proyek kecil mereka hanya memiliki dua anggota sedangkan tim proyek besar tidak boleh melebihi dua belas karyawan.

Di Automattic, tidak ada ketentuan jam kerja tetapi pada akhirnya kinerja semua orang tergantung pada hasil akhir.

“Anda boleh bangun kapan saja, Anda bisa pergi bermain golf kemudian bekerja dari jam 2 pagi sampai jam 5 pagi”, kata Pendirinya Matt.

Pertanyaannya, apa hasil kerja Anda?” Matt menekankan wewenang dan kriteria untuk mengukur hasil kerja setiap karyawan harus didefinisikan dengan jelas.

Pada dasarnya, kebanyakan perusahaan besar memiliki “markas besar atau kantor pusat” tetapi kantor pusat mungkin justru menjadi batu sandungan untuk pekerjaan kantor jarak jauh seperti Automattic. Karena jika karyawan tidak bekerja di kantor pusat atau tidak ada kolega di kantor pusat akan sulit untuk mengetahui segala kebijakan baru dari Bossnya.

Automattic mengembangkan alat komunikasi dan kolaborasi secara tersendiri, namanya P2. Sejenis situs blog di mana setiap karyawan dapat memposting konten baru dan memposting komentar di blog.

Meskipun tiap karyawan memiliki grup sendiri namun percakapan semua diskusi adalah terbuka. Setiap orang dapat mengklik kapan saja untuk melihat apa yang dikatakan orang lain sebelumnya atau pun ada siapa saja yang merespons.

P2 juga memiliki alat pencarian bawaan, jika ada karyawan yang ingin tahu konten apa yang relevan dapat memeriksanya kapan saja.

Automattic menggantikan fungsi email dengan P2, hampir 70% proyek dalam perusahaan diselesaikan melalui alat kolaborasi ini. Dengan cara ini, semua dialog, dokumen, notulen rapat, dokumen pelatihan yang terkait dengan pekerjaan dapat dilihat oleh semua karyawan.

Semua informasi perusahaan 100% transparan, setiap karyawan dapat langsung mengambil materi dan data yang mereka butuhkan. Bukannya mencari petugas yang khusus mengelola data karena justeru dengan demikian maka – sangat meningkatkan banyak efisiensi.

Sebenarnya, Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi bukan hanya seperti Automattic.

Menurut data riset Global Workplace Analytics pada akhir tahun 2018, setidaknya ada 30 juta orang di Amerika Serikat bekerja dari rumah. Menempati 16% -19% dari populasi yang bekerja di seluruh Amerika Serikat. Saat ini lebih dari 80% perusahaan AS mempromosikan sistem Teleworking ini. diantaranya termasuk perusahaan internasional seperti Amazon, Hilton Hotel dan Dell.

Jumlah pekerja jarak jauh di Tiongkok juga perlahan meningkat misalnya, pada tahun 2005 hanya ada 1,8 juta orang China yang bekerja dari rumah. Namun sampai pada akhir 2018 telah mencapai sekitar 5 juta orang.

Apalagi dalam kekinian, serangan virus Corona – Saya yakin akan semakin meningkat jumlah pekerja terdistribusi ini nantinya. Walaupun jumlahnya masih jauh dibanding dengan di Amerika, namun tampaknya – teleworking akan menjadi tren baru di dunia.

Just like grandma says, Bekerja dari rumah cocok untuk perusahaan teknologi. Teleworking bukanlah bentuk pekerjaan yang sederhana melainkan suatu struktur organisasi baru. Model ini meminta karyawan yang bisa berfokus dengan kedisiplinan diri yang tinggi. Seperti kata pepatah “Orang yang berdisiplin akan memperoleh kebebasan.”

Editor: Laode Muhamad Arfan Nasiru

%d blogger menyukai ini: