19 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

5 Fakta Baru Kerusuhan di Rutan Kabanjahe, Berawal dari 4 Tahanan yang Kedapatan Miliki Narkotika

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Candra Setia Budi

KOMPAS.com – Kerusuhan terjadi di Rutan Kelas II B Kabanjahe di Jalan Bhayangkara, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (12/2/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam kerusuhan itu, seluruh napi sudah berhasil dievakuasi ke Polres Tanah Karo, tidak ada yang kabur dan tak ada korban jiwa.


© Disediakan oleh Kompas.com Personel pemadam kebakaran Kabupaten Karo, melakukan penyemprotan lokasi Rutan Kelas II B Kabanjahe yang terbakar, Rabu (12/2/2020).

Dugaan penyebab terjadinya kerusuhan ini berawal dari ada yang tidak terima empat penghuni rutan mendapat hukuman disiplin karena terbukti membawa narkotika ke dalam rutan hingga terjadi pembakaran.

Berikut ini fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

1. Kronologi kejadian


© Disediakan oleh Kompas.com Kericuhan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe, Sumatra Utara (ANTARA/HO)

Kepala Rutan Kelas II B Kabajahe, Simon Bangun mengatakan, kerusuhan berawal dari ada yang tidak terima empat penghuni rutan mendapat hukuman disiplin karena terbukti membawa narkoba ke dalam rutan.

“Ada provokator tidak mau dihukum disiplin. Mereka tidak senang, napi pengennya tidak disiplin,” katanya.

Sebelumnya, kata Simon, pada Sabtu (8/2/2020) lalu, pihak rutan melakukan razia dan mendapati 2 penghuni rutan memiliki barang haram tersebut.

“Tanggal 8 razia, ada 2 orang napi menyimpan narkoba. Terus kita hubungi Kasat Narkoba Tanah Karo, setelah dikembangkan dari 2 menjadi 4 terus tambah 2 sipir. Jadi 6 orang yang membawa narkoba ke dalam lapas,” jelasnya.

Ditambahkan Simon, aksi pembakaran dan lempar batu yang dilakukan warga rutan tersebut agar mereka bisa melarikan diri.

“Mereka bikin sensasi, bakar-bakar tujuannya supaya bisa lari,” ujarnya dikutip dari Tribunnews.com

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan, kerusuhan itu dipicu oleh provokasi dari empat warga binaan yang ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan memiliki sabu di dalam tahanan saat penggeledahan.

Empat warga binaan tersebut sempat ditahan di Polres Tanah Karo dan baru dikembalikan ke Rutan Kabanjahe pada Selasa (11/2/2020) kemarin.

Sekembalinya di Rutan Kabanjahe, keempat WBP itu memprovokasi WBP lainnya.

“Empat orang WBP tersebut justru melakukan provokasi terhadap WBP lainnya. Supaya menentang penggeledahan yang dilakukan petugas rutan bersama Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe,” kata Rika.

2. Rutan over kapasitas


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi.

Selain itu, kata Simon, keributan hari ini juga diduga akibat dari over kapasitas di Rutan Kelas II B Kabanjahe.

Simson mengatakan, rutan yang hanya diperuntukkan 145 warga rutan, tapi diisi oleh 410 orang.

“Over kapasitas , kemarin yang jaga hanya 9 orang,” tegasnya

3. Tidak ada korban jiwa


© Disediakan oleh Kompas.com Suasana Rutan Kelas II B Kabanjahe saat kerusuhan, Selasa (12/2/2020).

Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kericuhan tersebut.
“Tidak ada korban jiwa,” ujar Kepala Bagian Humas dan protokol Ditjen PAS Rika Aprianti, Rabu, dikutip dari Antara.

Hal senada dikatakan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja yang mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Sementara tidak ada korban jiwa maupun luka,” katanya dikutip dari Antara.

4. Tak ada tahanan yang kabur


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi tahanan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi mengatakan, kondisi di Rutan Kabanjahe sudah dapat dikendalikan.

Sementara itu mengenai tahanan yang kabur menurutnya masih nihil.

“Situasi sudah dapat dikendalikan dan tahanan yang kabur, nihil,” ujarnya.

Personel TNI-Polri dan petugas Kemenkumham Sumut terus bersiaga di Rutan Kabanjahe untuk mengendalikan situasi.

5. Polisi selidiki penyebab kerusuhan


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi Polisi

Terkait penyebab kericuhan yang menimbulkan kebakaran di rutan tersebut, Tatan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Penyebabnya masih kita lidik,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra yang mengatakan, aparat keamanan masih mendalami penyebab kerusuhan tersebut.

“Penyebabnya masih dalam penyelidikan,” katanya.

6. Akan dipindahkan ke Lapas Gutas


© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi lapas: Suasana Lapas Barelang di Batam, Kepulauan Riau.

Pasca-kerusuhan yang terjadi Rutan Kabanjahe, Rabu siang. Para tahanan akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tanjung Gusta, Medan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra.

“Masih direncanakan pemindahan ke Lapas Gusta, Medan,” ujarnya, kepada Kompas.com, Rabu.

Sumber KOMPAS.com (Kontributor Medan, Dewantoro, Devina Halim, Ardito Ramadhan, Editor: David Oliver Purba, Candra Setia Budi, Icha Rastika, Kristianto Edrdianto)

%d blogger menyukai ini: