6 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Dubes Rusia soal Indonesia Ingin Beli Sukhoi SU-35: Sudah Terbukti di Suriah

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: Darin Atiandina

Sukhoi SU-35 menjadi salah satu pesawat tempur yang menarik perhatian pemerintah Indonesia. Sudah sejak lama, Indonesia mengincar pesawat milik Rusia tersebut.

Lalu, apa sebetulnya kelebihan pesawat asal Rusia tersebut?


© Disediakan oleh Kumparan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva saat konferensi pers di kediaman resmi duta besar Rusia di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/2). Foto: Darin Atiandina/kumparan

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengklaim Sukhoi SU-35 merupakan salah satu pesawat tempur terbaik yang pernah dibuat oleh Rusia. Pesawat ini dirancang dan dibangun oleh Komsomols-on-Aircraft Production Association (KnAAPO).

“Sederhananya, karena mereka yang terbaik,” ujar Vorobieva saat menggelar konferensi pers di kediaman resminya di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/2).


© Disediakan oleh Kumparan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva saat konferensi pers di kediaman resmi duta besar Rusia di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/2). Foto: Darin Atiandina/kumparan

Vorobieva mengatakan, Sukhoi SU-35 adalah pesawat tempur yang canggih. Kecanggihannya sudah diuji secara empiris, salah satunya dalam misi menghancurkan ISIS dan milisi oposisi di Suriah.

“Pesawat Sukhoi SU-35 mereka canggih, peralatan pertahanan telah diuji dalam kondisi perang nyata di Suriah dan telah terbukti sangat efisien,” kata Vorobieva.

Menurut Vorobieva, Sukhoi SU-35 adalah pesawat yang ideal untuk dibeli jika dilihat dari aspek harga dan juga kualitas.

“Korelasi antara harga dan kualitas sangat baik,” ujar Vorobieva.


© Disediakan oleh Kumparan Sukhoi Su-35. Foto: Wikimedia Commons

“Indonesia adalah teman kami, dan kami ingin mereka memiliki yang terbaik, dan Sukhoi adalah yang terbaik,” ujar Vorobieva.

Sebagai catatan, Sukhoi SU-35 adalah pesawat tempur multiperan yang memiliki daya jelajah panjang. Pesawat ini hanya memiliki satu tempat duduk.

Indonesia sebelumnya berencana membeli 11 pesawat Sukhoi Su-35. Namun sejak direncanakan pada 2018, pembelian pesawat ini belum juga rampung karena terkendala skema imbal dagang.

Sukhoi SU-35 telah digunakan oleh tentara Angkatan Udara (AU) Rusia dan tentara AU Venezuela. Pesawat ini merupakan pengembangan dari SU-27. Saat pertama kali diproduksi, tahun 1988, Sukhoi SU-35 memiliki nama SU-27M.


© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi pesawat tempur Sukhoi Su-35. Foto: AFP/VASILY MAXIMOV

Pada tahun 2005, Sukhoi SU-35 dikembangkan menjadi SU-35BM. Dan, untuk model terbaru, diproduksi pada tahun 2008 dengan nama Sukhoi SU-35S.

Untuk Sukhoi SU-35S, memiliki berat kosong 18.400 kg dan berat isi sekitar 25.300 kg. Sedangkan untuk berat maksimal agar bisa lepas landas yakni 34.500 kg.

Pesawat tempur Rusia ini memiliki panjang 21,9 meter, lebar sayap 15,3 meter dan tinggi 5,9 meter.


© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi pesawat tempur Sukhoi Su-35. Foto: AFP/JOHANNES EISELE

Ke bagian mesin, Sukhoi SU-35S menggendong 2 mesin Saturn 117s dengan turbofan TVC. Pesawat ini memiliki kecepatan masksimal 2.390 km/jam dengan jarak jangkauannya sejauh 3.600 km.

Sukhoi SU-35S dibekali sistem radar IRBIS-E. Radar ini menyediakan fitur berupa deteksi, pelacakan, dan koordinasi target. Radar tipe ini bisa berfungsi optimal meski ada gangguan cuaca dan gangguan frekuensi.

Selain itu, pesawat ini memiliki kemampuan avionik yang bisa mengatasi gangguan elektronik. Serta, Sukhoi SU-35S bisa mengganggu pesawat musuh dengan perangkat pengganggunya.

Sukhoi SU-35S dilengkapi berbagai pesenjataan. Di antaranya adalah kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 peluru, peluru kendali anti-radiasi, bom terpadu laser, bom tak terpadu, roket terpadu laser, dan roket tak terpadu.


© Disediakan oleh Kumparan
%d blogger menyukai ini: