1 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kompol Rosa, Penyidik KPK yang Kini ‘Terbuang’

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: Erandhi Hutomo Saputra


© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Kabar penarikan dua penyidik KPK, Kompol Rosa dan Indra, ke Mabes Polri menyeruak pada akhir Januari 2020. Isu penarikan keduanya muncul di tengah kasus dugaan suap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Kasus itu melibatkan 3 eks caleg PDIP yakni Agustiani Tio, Saeful Bahri, dan Harun Masiku.

Penarikan Rosa sempat dikaitkan dengan kasus Wahyu. Sebab Rosa disebut-sebut sebagai salah satu tim penyelidik kasus Wahyu.

Untuk mengonfirmasi hal itu, awak media bertanya kepada Plt juru bicara KPK, Ali Fikri. Namun Ali tidak menjawab lugas apakah Rosa bagian dari tim penyelidikan atau tidak.

Pertanyaan itu dilontarkan lantaran beredar kabar yang menyebut ada pergantian tim usai insiden penyelidik KPK dites urine saat berada di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.


© Disediakan oleh Kumparan Plh Jubir KPK Ali Fikri. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

“Di penyelidikan sepemahaman kami itu memang ada beberapa orang penyidik yang ikut membantu, tapi kami harus pastikan di sprinlidiknya apakah itu bagian dari tim penyelidik ataukah ada mendapatkan surat tugas untuk melakukan itu,” kata Ali, Selasa (28/1).

Namun Ali menegaskan, penarikan Rosa atas permintaan Polri, bukan KPK.

Tetapi di sisi lain, beredar kabar Rosa ditarik bukan atas permintaan Polri, melainkan atas permintaan KPK yang dipimpin Komjen Firli Bahuri. Hal itu diperkuat pernyataan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono.

Rosa tidak ditarik lantaran masa tugasnya di KPK berakhir dalam waktu dekat, yakni pada September 2020.

“Pak Rosa kita tidak tarik,” kata Argo di PTIK, Rabu (29/1).

kumparan pun bertanya ke Firli apakah penarikan Rosa atas permintaan KPK atau Polri. Namun Firli tak menjawab lugas.


© Disediakan oleh Kumparan Firli Bahuri Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Dalam pernyataannya, Firli menyatakan pengembalian penyidik KPK ke institusi asalnya, termasuk Rosa ke Polri, merupakan hal biasa.

“Adapun untuk penyidik atas nama Rosa sudah dikembalikan tanggal 22 Januari 2020 sesuai dengan surat keputusan pemberhentian pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK sesuai keputusan pimpinan KPK,” kata Firli saat dihubungi, Selasa (4/2).

Firli menegaskan pimpinan KPK tidak membatalkan keputusan mengembalikan Rosa ke Polri.

“Rosa sudah diberhentikan dari penyidik KPK bersama saudara Indra sesuai dengan surat keputusan komisi terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020 dan sudah dihadapkan ke Mabes Polri pada tanggal 24 Januari 2020,” jelasnya.

Dengan pernyataan Firli tersebut, status Rosa menjadi sumir. Firli menyebut Rosa sudah tidak menjadi penyidik KPK sejak 1 Februari. Sementara Polri menyatakan tidak menarik kembali Rosa.

Sumirnya status Rosa membuatnya disebut tidak bisa mendapat akses di KPK, termasuk gaji. Namun ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Ali belum bisa menjawab.

“Nanti saya konfirmasi dulu,” kata Ali.

%d blogger menyukai ini: