1 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Ardi Priyatno Utomo


© Disediakan oleh Kompas.com Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

WU HAN, KOMPAS.com – Setelah Wuhan, pemerintah China berencana menutup satu kota lagi demi mencegah penyebaran virus corona yang mematikan.

Di Wuhan, kota dengan populasi 11 juta jiwa, otoritas sudah menghentikan transportasi publik seperti pesawat maupun bus.

Penanganan serupa bakal diterapkan kepada Huaggang, kota yang berdekatan dengan Wuhan, dan berpopulasi 7 juta, pada tengah malam nanti.

Dilansir BBC Kamis (23/1/2020), virus corona jenis baru itu sudah menginfeksi sekitar 500 orang, dengan 17 orang meninggal.

Virus itu disebut pertama kali menyebar dari pasar ikan di Wuhan, dengan salah satu warga menyebut dia merasa “akhir dunia” terjadi.

Seperti apa penanganan terbaru?

Pemerintah kota resmi mematikan layanan transportasi publik pukul 10.00 waktu setempat, dengan bandara dan terminal bus begitu lengang.

Otoritas kesehatan sudah memerintahkan penduduk wajib mengenakan masker, dan meminta mereka tak berkumpul dalam jumlah besar.

Raksasa retail China, Taobao, memperingatkan para penjual agar tidak menaikkan harga setelah permintaan sarung tangan plastik dan masker meningkat.

Beberapa jam setelah Wuhan diblokir, pemerintah Huaggang mengumumkan mereka akan menerapkan langkah serupa tengah malam nanti.

Selain menghentikan transportasi umum, pihak berwenang juga meminta agar penduduk tidak meninggalkan kota.

Kemudian Ezhou, kota yang berlokasi di sebelah selatan Huaggang, juga menuturkan bakal menutup layanan stasiun kereta.

Apa yang diketahui tentang virus corona?

Dikenal dengan kode 2019-nCoV, virus tersebut merupakan jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya di tubuh manusia.

Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang membunuh hampir 800 orang di seluruh dunia pada awal 2000-an juga termasuk corona.

Otoritas menduga, virus itu pertama kali menyebar dari pasar hasil laut di Wuhan, sebagai hasil dari perdagangan hewan liar ilegal.

Sejumlah peneliti menduga penyakit itu menyebar dari ular, berdasarkan laporan dari Journal of Medical Virology Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan pemeriksaa genetik, kemungkinan ular sebagai hewan liar penampung virus besar. Namun, klaim itu masih butuh studi lebih lanjut.

Terdapat juga keyakinan bahwa virus tersebut bisa menular antar-manusia, dengan contoh kasusnya adalah penyebaran dari pasien ke anggoyta keluarganya.

Virus itu disebut menginfeksi paru-paru dengan gejala seperti demam dan batuk, disertai dengan kesulitan bernapas dan napas pendek.

%d blogger menyukai ini: