23 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jangan Takut Makan Pedas, Studi Buktikan Bisa Kurangi Risiko Stroke

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Resa Eka Ayu Sartika

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi cabai

KOMPAS.com – Bagi orang Indonesia, tak lengkap rasanya jika menikmati makanan tanpa cita rasa pedas.

Ternyata, makanan pedas mengandung sejumlah manfaat besar.

Melansir dari CNN, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan cabai secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Riset tersebut dilakukan di italia dengan menganalisis 23.000 orang.

Dalam riset tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu mereka yang mengonsumsi cabai dan tidak.

Kondisi kesehatan dan pola makan peserta dipantau selama delapan tahun masa riset.

Hasil riset pun membuktikan risiko kematian akibat serangan jantung adalah 40 persen lebih rendah di antara mereka yang makan cabai setidaknya empat kali per minggu.

Menurut pemimpin riset, Marialaura Bonaccio, manfaat tersebut bahkan tidak tergantung pada jenis diet yang diikuti oleh peserta riset.

Dengan kata lain, apapun pola diet yang kita jalani, manfaat konsumsi cabai tersebut akan tetap kita dapatkan.

Berbagai manfaat cabai

Melansir Hello Sehat, konsumsi cabai memang memiliki manfat besar bagi kesehatan kita.

Cabai mampu mengurangi risiko stroke karena kandungan Vitamin B didalamnya.

Vitamin B dapat mengurangi level homocysteine. Tingginya level homocysteine dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.

Selain itu, kandungan vitamin B6 dan asam folat yang terdapat pada cabe, serta potassium dan beta karoten, juga dapat mengurangi risiko serangan jantung.

Kandungan itamin C dalam cabai juga berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk menguatkan imun tubuh.

Cabai juga berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Pelepasan endorfin yang dirangsang oleh cabe dapat berperan sebagai penghilang rasa sakit alami.

Selain itu, endorfin juga dapat membuat seseorang menjadi ketergantungan.

Rasa sakit yang mampu diredakan oleh cabe antara lain herpes zoster, bursitis, neuropati diabetes dan kejang otot pada bahu, serta penyakit rematik.

Capsaicin pada cabe bekerja sama dengan reseptor rasa sakit, adanya sensasi rasa panas mampu membuat ujung saraf berhenti mengirim sinyal sensasi rasa sakit.

%d blogger menyukai ini: