24 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ilmuwan Yakin Tak Lama Lagi Alga Jadi Makanan Utama Manusia

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: pandangan jogja

Sebagai salah satu rangkaian liputan khusus bertajuk ‘The World in 50 Years” media digital Quartz pada 17 Desember lalu mengunggah artikel yang cukup provokatif tentang alga sebagai bahan baku utama makanan manusia.

Quartz melakukan survei terkait isu penting yang akan terjadi 50 tahun ke depan kepada 550 responden yang terdiri atas pengusaha, ilmuwan, akademisi, hingga seniman. Dari sekian banyak jawaban itu, salah satu tema yang paling banyak muncul, ternyata, adalah alga.

Para ilmuwan dan insinyur saat ini telah mengungkap manfaat tanaman yang kerap dipandang sebelah mata ini. Mereka menguji alga sebagai bahan makanan, penyerap karbondioksida yang baik, bahkan untuk membuat sepatu kets.

Nah, saat ini para ilmuwan dunia mulai gencar berkampanye tentang penggunaan alga untuk menghentikan kebiasaan manusia yang sangat merusak lingkungan seperti konsumsi daging berlebihan.

Banyak ahli yang mempercayai alga, melalui jalan makanan, akan mengubah masa depan spesies manusia pada 50 tahun ke depan. Profesor Genetika dari Harvard Medical School, George Church, bahkan mengatakan makanan dan minuman yang berasal dari alga memiliki rasa yang lebih enak daripada makanan dan minuman terbaik di restoran Michelin Star.

Produktifitas Makanan Meningkat Drastis
© Disediakan oleh Kumparan Pantai yang dipenuhi oleh alga. Fotp : Pixabay

CEO sekaligus pendiri Wild Earth, Ryan Bethencourt, mengatakan sistem pertanian dan pangan akan banyak berubah dalam 50 tahun ke depan ketimbang 10.000 tahun terakhir. Wild Earth kini memiliki alat untuk merekayasa daging dan ikan tanpa harus membunuh hewan. Daging itu disebut daging berbasis sel atau daging hasil lab.

© Disediakan oleh Kumparan

“Daging berbasis sel itu akan tersedia secara komersial pada titik harga kompetitif dalam lima hingga 10 tahun ke depan,” kata Bethencourt.

Ke depan, kita akan melihat steak yang dibuat murni dari sel buatan dan jauh lebih menarik daripada steak daging konvensional. Teknologi produksi pangan akan terus meningkat, dengan pertanian hidroponik yang banyak menghasilkan produk segar. Kita juga akan melihat peningkatan global yang berkelanjutan dari pabrik-pabrik rekayasa genetika, jamur, bakteri, dan alga untuk menyediakan nutrisi yang disesuaikan dan terjangkau bagi sekitar 10 miliar orang di dunia.

George Church mengatakan ada beberapa perubahan besar yang akan terjadi berkat pemanfaatan alga. Melalui pemanfaatan alga, menurut Cruch, populasi alam dan perubahan iklim dapat dikendalikan bahkan dikembalikan ke keadaan semula. Produktivitas makanan juga akan meningkat drastis berkat pemanfaatan alga yang selama ini hanya dipandang sebelah mata.

“(Dengan alga) lusinan kali lipat produktivitas makanan lebih tinggi per kilometer persegi melalui kimia fotosintesis yang direplikasi dengan cepat (oleh alga),” kata Cruch.

Mungkin terdengar kelewat optimis. Tapi, baiklah, selalu ada waktu sebagai penguji terbaik. Sementara menunggu, meneliti itu baik dan makan secukupnya bisa dilakukan mulai hari ini. (Widi Erha Pradana / YK-1)

%d blogger menyukai ini: