7 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh: Juven Martua Sitompul


© Juven Martua Sitompul Dari lima Dewas KPK, hanya Sjamsuddin Haris yang tidak tercatat melaporkan harta kekayaannya.

Jakarta: Presiden Joko Widodo melantik lima dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jumat, 20 Desember 2019.

Lima Dewas yang dilantik yakni mantan pimpinan KPK jilid I Tumpak Hatorangan Panggabean (Ketua Dewas KPK), mantan Hakim Konstitusi Harjono, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Nusa Tenggara Timur Albertina Ho, mantan Hakim Agung di Mahkamah Agung Artidjo Alkostar, dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sjamsuddin Haris.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada situs https://elhkpn.kpk.go.id, hanya Sjamsuddin Haris yang tidak tercatat melaporkan kekayaannya. Empat Dewas lainnya melapor.

1. Tumpak Hatorangan

Mantan komisioner KPK itu tercatat memiliki harta dengan total Rp9.973.035.895, dengan kapasitasnya selaku Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II). Tumpak Hatorangan melaporkan hartanya pada 10 Maret 2019 untuk periodik tahun 2018.

Dia tercatat memiliki tanah dan bangunan di Jakarta hasil sendiri senilai Rp3 miliar. Tumpak juga memiliki alat transportasi dan mesin berupa Pajero Sport senilai Rp500 juta.

Harta bergerak lainnya sebesar Rp203,8 juta, kas dan setara kas Rp6.269.235.895. Dengan begitu total hartanya berjumlah Rp9.973.035.895.

2. Artidjo Alkostar

Artidjo tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp181.996.576 yang dilaporkan pada 29 Maret 2018 periodik 2017, dengan kapasitasnya selaku ketua kamar pidana Mahkamah Agung.

Artidjo yang telah pensiun sebagai hakim agung tercatat memiliki tanah dan bangunan dengan total Rp76,96 juta yang terletak di Sleman. Dia juga memiliki alat transportasi berupa motor Honda Astrea dan mobil Chevrolet dengan total seluruhnya senilai Rp41 juta.

Dalam LHKPN, dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp4 juta, kas dan setara kas Rp60.036.576. Secara keseluruhan kekayaannya berjumlah Rp181.996.576.

3. Harjono

Harjono tercatat memiliki harta senilai Rp13.815.400.000. Kekayaan itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Dia melaporkan hartanya saat awal menjabat selaku dewan kehormatan penyelenggara pemilu (DKPP). Tanah dan bangunannya tersebar di Surabaya, Nganjuk, Sidoarjo, dan Bantul dengan nilai Rp6,3 miliar.

Dia juga tercatat mempunyai alat transportasi berupa mobil Honda Jeep, honda minibus dan Toyota senilai Rp433 juta.

Harta bergerak lainnya berjumlah Rp75 juta, kas dan setara kas Rp7.007.400.000. Total keseluruhan hartanya senilai Rp13.815.400.000.

4. Albertina Ho

Albertina melaporkan hartanya pada 4 April periodik 2018 dengan kapasitasnya selaku hakim tinggi pengadilan tinggi Medan. Dia tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp1.179.725.534.

Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan di Sleman, Tangerang dan Yogkarta senilai Rp1.009.699.050. Kemudian, alat transportasi berupa otor Honda Grand, mobil Nissan Livina, dan Toyota Avanza senilai Rp171,5 juta.

Harta bergerak lain sebanyak Rp4.155.000 serta kas dan setara kas Rp894.371.484. Secara keselurhan, dia memiliki harta sebanyak Rp2.079.725.534. Namun, dia juga tercatat memiliki hutang Rp900.000.000, sehingga hartanya senilai 1.179.725.534.

%d blogger menyukai ini: