9 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Dofida dan Noifasui, Nama Indonesia di Rasi Bintang Centaurus

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co

Oleh: Tempo.co


© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO, Bandung – Dofida dan Noifasui, dua nama dari bahasa Nias dipakai untuk bintang dan planet di rasi bintang Centaurus. Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menobatkannya pada Selasa, 17 Desember 2019, bersama seratusan nama baru lain dari penjuru bumi untuk penamaan eksoplanet atau planet yang mengitari bintang.

Anggota panitia penamaan eksoplanet di Indonesia Avivah Yamani mengatakan, Dofida disematkan sebagai nama populer dari bintang HD 117618. Adapun Noifasui sebagai nama populer dari planet HD 117618b yang mengitari bintang induknya. “Ini momen bersejarah bagi bangsa Indonesia,” katanya Selasa, 17 Desember 2019.

Pengusul nama Dofida dan Noifasui yaitu Modesta Telaumbanua dari Nias, Sumatera Utara. Dofida berasal dari gabungan kata dofi yang berarti bintang, dan da atau kita sehingga artinya bintang kita. Sementara Noifasui dari kata ifasui yang berarti mengelilingi, dan no yang berarti telah dan terus terjadi sampai saat ini. “Bisa dimaknai dalam sistem keplanetan ini, planet Noifasui mengelilingi bintang Dofida.”

Dari laman langitselatan.com, pilihan IAU itu memupuskan peluang suara terbanyak dari publik yaitu Cenderawasih – Cendana dan Komodo – Tengkawang. Total ada dari 251 pasang nama untuk planet dan bintang eksoplanet usulan dari masyarakat Indonesia. Nama-nama yang diusulkan memiliki kekhasan dan kekayaan flora, fauna, dan budaya Indonesia.

IAU pada 17 Desember 2019 di Paris, Prancis, mengumumkan nama baru untuk 110 eksoplanet dan bintang induknya. Penamaan itu melibatkan partisipasi publik di 110 lebih negara. Lebih dari 780 ribu orang mengusulkan 360 ribu nama eksoplanet atau planet yang mengelilingi bintang lain dan 420 ribu orang memilihnya.

Dalam siaran pers di laman IAU, Wakil Ketua Komite Pengarah NameExoWorlds Eric Mamajek mengatakan observasi astronomi hingga sekarang telah menemukan lebih dari 4.000 eksoplanet. “Jumlah ini berlipat ganda setiap sekitar 2,5 tahun dan mengungkapkan populasi planet baru yang menakjubkan,” katanya. Secara statistik, ujar Eric, sebagian besar bintang di langit kemungkinan besar dikelilingi planet-planet. Eksoplanet ada di mana-mana.

Sementara Manager Proyek IAU100 NameExoWorlds, Eduardo Monfardini Penteado mengatakan kampanye IAU100 NameExoWorlds memberi kesempatan menggembirakan pada publik untuk membantu menamai lebih dari 100 planet baru berikut bintangnya. “Publik juga membantu IAU menentukan tema penamaan yang cermat untuk menamai planet-planet yang mungkin akan ditemukan di sistem keplanetan tersebut di kemudian hari.”

ANWAR SISWADI

%d blogger menyukai ini: