26 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

UMKM Candu Yang Di Pelihara Pemerintah

Artikel: Eddy Boekoesoe

Editor: LM Arfan Nasiru.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Eddy Boekoesoe

Pertama-tama saya mau meminta maaf kepada jutaan orang pelaku UMKM bangsa besar negara Indonesia, yang mungkin akan tersinggung dengan tulisan ini. Namun demi untuk kemajuan ekonomi bangsa tercinta ini, terpaksa Kita buka saja.

UMKM mengisi 99.9% dari total unit usaha yang kita miliki akan tetapi produktivitasnya rendah, akibatnya pendapatan negara ini rendah nan menghasilkan kemiskinan atau secara tidak langsung dapat dikatakan UMKM yang menyebabkan negara ini miskin.

Kita tidak akan mencari kambing hitamnya akan tetapi jikalau benar seperti itu maka pertanyaan yang harus dijawab adalah – lalu kita harus berbuat apa?

Rendahnya produktivitas hanya satu obatnya yaitu memodernisasi cara berindustri. Memodernisasi industri cuma satu jalannya yaitu MEMBANGUN pabrik moderen. Pabrik moderen itu yang mengajarkan orang kita, bisa menghasikan mobil, menghasilkan televisi dan lain-lain.

Jadi pabrik moderen itu mengajar kita memproduksi barang yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pabrik sambal moderen bisa mengajarkan membuat sambal yang sangat dibutuhkan oleh ratusan juta rakyat Indonesia.

Pabrik moderen mocaf bisa mengajar petani singkong untuk membuat tepung pengganti – terigu yang menghabiskan devisa kita.

Pertanyaan bergayut adalah sulitkah mendirikan pabrik moderen yang dapat mengajar bangsa ini – membuat barang yang sangat dibutuhkan manusia dan hewan?

Jawabannya, pasti tidak – jika yang membangun itu adalah instruksi Presiden Joko Widodo.

Pabrik moderen cuma perlu satu saja dulu, lalu kalau sudah jadi – Kita tinggal COPY PASTE.

Mengikuti cerita ini, gampangnya ya… memodernisasi industri rakyat. Anjuran saya, dari pada sakit hati karena tersinggung lebih baik jutaan petani singkong kirim surat permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk dibuatkan model pabrik mocaf moderen dan selanjutnya di copy paste.

Jika Presiden Joko Widodo bertanya, duitnya dari mana?

Secara singkat, tidak usah khawatir – alokasi saja dana KUR sebanyak Rp 140 Triliun ditambah dengan kredit-kredit produktif lain. Akan lebih baik lagi jika pemohon meminta Presiden tidak menggunakan APBN untuk modernisaai, cukup dengan kredit bank saja ditambah dana masyarakat sendiri. Saya percaya bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan berkeratan. Merrdekaa….!!!

%d blogger menyukai ini: