4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sri Mulyani: Saya Menteri Keuangan yang Sering Bicara Pendidikan

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co

Oleh: Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasannya kerap berbicara soal pendidikan. Menurut dia, bidang tersebut adalah satu-satunya fungsi yang diatur dalam konsitusi.


© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

“Makanya tadi dibilang saya menteri keuangan tapi sering bicara pendidikan. Karena itu yang diatur konstitusi,” ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu, 30 November 2019.

Menurut dia, aturan itu bermula pada kekesalan masyarakat Indonesia pada kualitas pendidikan di era awal reformasi, setelah terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997-1998. “Kita merasa pendidikan kita jelek banget,” ujar Sri Mulyani.

Di sisi lain, masyarakat kerap diingatkan bahwa pada tahun 1950 guru-guru Malaysia belajar dari Indonesia. “Kemudian sekarang kita kecewa,” tuturnya. Makanya, akhirnya konstitusi mengatur persentase alokasi pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Sri Mulyani mengatakan semua politikus pada zaman itu semakat bahwa pendidikan adalah hal yang penting dan kunci. Sehingga perlu diatur ketika Amendemen Undang-undang Dasar. “Makanya diatur 20 persen anggarannya,” tuturnya.

Kebetulan, ujar Sri Mulyani, ia adalah menteri pertama yang melaksanakan aturan tersebut. Kala itu, ia pusing untuk menempatkan duit anggaran itu untuk apa saja. Bahkan, ia sudah mengalokasikan perbaikan seluruh sekolah di Indonesia hingga membuat profesi guru termasuk untuk pengajar di sekolah non-negeri, saking berlebihnya anggaran itu.

“Sekarang kita bingung sendiri, bagaimana organizenya, makanya tadi dibilang saya menteri keuangan tapi sering bicara pendidikan,” tutur Sri Mulyani. Saat ini, dari total anggaran pendidikan, ia mengatakan 80 persennya telah disalurkan langsung ke daerah untuk bantuan sekolah dan guru. Baru lah sisanya dikelola Kemendikbud.

%d blogger menyukai ini: