25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Belasan Driver Ojek Online Jadi Korban Order Fiktif, Beli Pizza dan Nasi Goreng Jutaan Rupiah

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: David Oliver Purba


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Sebanyak 13 driver ojek online menjadi korban penipuan orderan fiktif di Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (23/11/2019).

SERANG, KOMPAS.com – Belasan driver ojek online (ojol) menjadi korban penipuan order fiktif yang dikirim ke satu alamat di Bumi Ciruas Permai, Kabupaten Serang, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/11/2019), dan kisahnya viral di media sosial setelah seorang warga di dekat rumah yang didatangi para ojol mengunggahnya ke media sosial.

“Total ada 13 driver, 12 driver siang hari dan satu driver dini hari sebelumnya. Pemesannya atas dua nama (akun) Sinta dan Kayla,” kata Ida Widya, warga setempat kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (26/11/2019).

Ida yang merupakan pengunggah kejadian itu di medsos mengatakan, akun pelaku orderan fiktif bernama Sinta dan Kayla memesan makanan dalam jumlah besar.

Dalam pesanannya, kedua akun itu mengaku akan menggelar arisan di Bumi Ciruas Permai Blok 2 Blok K.

Makanan yang dipesan antara lain berupa pizza, nasi goreng, hingga air mineral dengan jumlah nominal di atas Rp 500.000.

“Seingat saya pizza itu ada dua driver yang bawa, harga Rp 500. 000 Rp 750.000, nasi goreng juga banyak sekali, karena ngakunya buat arisan,” kata dia.


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Sebanyak 13 driver ojek online menjadi korban penipuan orderan fiktif di Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (23/11/2019).

Padahal rumah yang dicantumkan dalam orderan tersebut adalah rumah kosong. Penghuni rumah bekerja di luar kota dan pulang setiap dua pekan sekali.

Para driver ojol yang mendapat orderan tersebut, mengaku kesal lantaran merasa jadi korban penipuan. Apalagi yang dipesan jumlahnya tidak sedikit.

“Mereka datang sejak jam 10 pagi, beruntun bawa pesanan sampai sore. Saya kira lagi mangkal, karena nunggu berjam – jam. Akhirnya balik lagi bawa pesanannya,” kata Ida.

Hingga saat ini postingan yang diunggah Ida di akun Facebooknya, dibagikan oleh warganet 5.600 kali.

Diselidiki polisi

Order fiktif tersebut saat ini tengah diselidiki oleh Polsek Ciruas. Kendati belum ada laporan dari para korban, tapi pihak kepolisian sudah mengecek langsung ke lokasi di Bumi Ciruas Permai.

“Belum ada laporan, saya datangi ke lokasi yang dipakai alamat fiktif. Dari sana kita gali informasi termasuk penghuni rumah sudah diklarifikasi,” kata Kapolsek Ciruas Kompol Sukirno.

Dia mengatakan, sebelum ada laporan dari pihak korban, dalam hal ini, pengemudi ojol, pihaknya melakukan pengumpulan bahan – bahan keterangan terkait peristiwa ini.

Jika ada temuan, kemungkinan perkaranya akan ditangani oleh Polres Serang atau Polda Banten.

“Dugaan – dugaan kita kembangkan ke penyelidikan, perkara selanjutnya mungkin ditangani polres karena cenderung ke UU ITE,” kata dia.

%d blogger menyukai ini: