25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kinerja Diragukan, Stafsus Presiden Milenial Angkat Bicara

Berita ini diberdayakan untuk republika.co.id

Oleh: Muhammad Hafil


© Antara/Wahyu Putro A Staf khusus Presiden Joko Widodo yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, CEO dan Founder

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Staf Khusus Presiden ‘Milenial’ sekaligus pendiri Gerakan Sabang Merauke, Ayu Kartika Dewi, buka suara terhadap keraguan masyarakat atas efektivitas diangkatnya posisi stafsus presiden. Melalui akun Instagram, Ayu menggungah sebuah artikel mini berjudul ‘Ragu’ dengan subjudul ‘Emang Staf Khusus Presiden akan Efektif?’

Ayu mengakui bahwa dalam beberapa hari ini tidak sedikit pertanyaan yang dilontarkan pada dirinya mengenai efektivitas jabatan yang baru saja diumumkan Presiden Jokowi ini. Ayu juga menyampaikan bahwa banyak pihak yang ragu terhadapnya dan 13 orang stafsus lain untuk bisa bekerja dengan efektif dan benar-benar membuat perubahan bagi bangsa.

“Saya, yang memang biasa melihat hal-hal dari perspektif yang cenderung positif, punya empat respons tentang hal ini,” tulis Ayu di akun media sosial, Ahad (24/11).

Pertama, Ayu merasa wajar bila memang ada yang meragukan dirinya dan stafsus lainnya. Jangankan soal stafsus, ujar Ayu, orang yang berniat membeli makanan di restoran yang baru pun akan digelayuti rasa ragu. Artinya, konsumen restoran baru tersebut pasti juga meragu apakah makanan yang disajikan benar-benar enak seperti iklan.

“Jadi wajar kalau ada yang meragukan,” kata Ayu.

Kedua, Ayu justru merespons positif keraguan yang disampaikan masyarakat. Ia menganggap pemikiran yang meragukan kinerja stafsus presiden merupakan bentuk kepedulian masyarakat. Menurutnya, keraguan yang ditampilkan merupakan wujud harapan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kalau sudah apatis, kan pasti cuek-cuek saja tuh pada pengangkatan stafsus-stafsus ini,” kata Ayu.

Respons ketiga yang ditulis Ayu, bahwa dirinya tetap akan bekerja meski ada pihak yang meragukannya. Ayu mengaku punya prinsip untuk tetap bekerja dengan sebaik-baiknya meski ada pihak yang meragukan atau tetap mendukungnya.

“Keempat, bantuin dong kalau ragu. Ini yang paling penting. Kalau memang ada yang meragukan karena kami anak bawa yang nggak tahu apa-apa, bantun dong,” kata Ayu.

Ayu pun berharap masyarakat yang punya keraguan terhadapnya sekaligus yang punya kritik agar disampaikan dengan ide dan gagasan serta solusi konkret. Ayu menekankan bahwa keraguan yang muncul pascapemilihan para stafsus ini merupakan kondisi yang wajar.

Ayu pun mengaku sempat merasakan keraguan yang sama mengenai efektivitas tim stafsus yang diangkat Jokowi. Termasuk, ujar Ayu, apakah presiden benar-benar akan mendengarkan masukan yang disampaikan para stafsus ‘minenial’ ini.

“Tapi semua itu terjawab setelah kami diskusi agak panjang dengan beliau. Beliau serius, serius sekali ingin mendapatkan ide terobosan yang bisa membuat Indonesia melompat maju,” tulis Ayu di akhir artikel.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengumumkan 14 staf khusus yang akan membantunya selama lima tahun ke depan. Tujuh nama yang muncul merupakan generasi milenial. Mereka adalah CEO Amartha Fintech Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, putra Papua peraih beasiswa di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia, dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf.

%d blogger menyukai ini: