26 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Ardi Priyatno Utomo


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Laurent Simons, seorang bocah jenius asal Belgia yang akan lulus sarjana dari Eindhoven University of Technology pada usia sembilan tahun.

EINDHOVEN, KOMPAS.com – Seorang bocah jenius berusia sembilan tahun asal Belgia dilaporkan berencana mengambil doktoral (S3) setelah lulus sarjana.

Laurent Simons menempuh pendidikan teknik listrik di Eindhoven University of Technology, Belanda. Kampus yang dikenal sulit bahkan bagi mahasiswa yang lebih tua.

Staf kampus menyebutnya “bocah yang luar biasa”, di mana Laurent dijadwalkan untuk lulus dari kampus pada Desember mendatang.

Ayahnya menuturkan, bocah jenius berumur sembilan tahun itu berencana mengambil S3 Teknik Listrik sekaligus mengambil pendidikan dokter.

Orangtuanya, Alexander dan Lydia Simons, mengatakan awalnya mereka mengira kakeknya melebih-lebihkan ketika Laurent disebut punya bakat.

Namun dilansir CNN Jumat (15/11/2019), gurunya menyadari ada yang berbeda. “Mereka segera menyadari bakat spesial Laurent,” terang Lydia.

Anak itu segera mendapatkan berbagai tes guna mengetahui talentanya. “Mereka mengatakan anak saya itu seperti spons,” ujar Alexander.

Sementara Laurent Simons berasal dari keluarga dokter, orangtuanya sejauh ini tidak mendapat penjelasan mengapa anak mereka mampu belajar sesuatu dengan cepat.

Tetapi dengan berkelakar, Lydia mempunyai teori sendiri mengapa anaknya begitu cerdas. “Saya makan banyak ikan saat hamil,” candanya.

Adapun pihak TUE melalui Direktur Pendidikan Program Sarjana Teknik Listrik Sjoerd Hulshof menuturkan, mereka mengizinkan Laurent lulus lebih cepat dibanding mahasiswa lainnya.

“Ini bukan hal mengejutkan. Kami membantu siswa khusus untuk mengatur jadwal yang mereka inginkan,” terang Hulshof dalam keterangan resmi.

Hulshof mengatakan, Laurent sangat luar biasa. “Dia tidak hanya luar biasa cerdas. Namun juga anak yang baik,” paparnya.

Perkembangannya tentu didengar dunia, dengan banyak universitas top seantero Bumi ini mengantre untuk mendapatkan kemampuannya.

Meski mengetahui anaknya cerdas, Alexander menuturkan sebisa mungkin dia ingin supaya Laurent bisa bertindak selayaknya bocah sembilan tahun.

“Kami tidak ingin dia terlalu serius. Dia bebas melakukan apa yang dia mau. Kami ingin hidup serta bakatnya seimbang,” katanya.

Laurent Simons menyatakan seperti anak seumurannya, Laurent senang bermain dengan anjing keluarga bernama Sammy, dan memainkan ponsel.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Laurent Simons

Namun sebagai bocah jenius, dia sudah memikirkan apa tidak dipikirkan bocah sebayanya: membuat sebuah organ manusia buatan.

Lebih lanjut sebelum lulus dan dihadapkan pada universitas mana dia akan mengambil jenjang S3, sang bocah jenius berencana berlibur sejenak ke Jepang.

%d blogger menyukai ini: