25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Atasi Bahaya Narkoba, Pakde Karwo Minta Masyarakat Perkuat Mental dan Spiritual

Timur Merdeka.com – Surabaya. Narkotika maupun adalah musuh negara yang dapat membuat generasi muda penerus bangsa menjadi rusak. Karena itu,  perlu diperangi secara serius membutuhkan komitmen sungguh-sungguh guna memperkuat mental dan spiritual seluruh masyarakat.

Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo menyampaikan itu saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov. Jatim di Jl. Suko Manunggal 55-56 Surabaya, Sabtu (10/2/2018).

Dia mengatakan, tidak ada gunanya melalukan pembangunan fisik di seluruh penjuru negeri, jika pembangunan mental atau spiritual manusia maupun masyarakatnya hancur akibat terkena kejahatan narkoba.

Pembangunan mental masyarakat yang dimaksudnya adalah terciptanya kesadaran agar para generasi bangsa tidak terkena dampak langsung dari bahaya narkoba.

“Saya setuju upaya BNN mengambil sikap dengan menembak langsung bandar narkoba pada saat melaksanakan tugas dilapangan, apalagi jika  melawan saat terbukti membawa narkoba,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrab gubernur Jatim itu.

Kata dia, sehebat apapun pertahanan negara, bisa jebol jika masyarakatnya sudah terkena bahaya narkoba.

Itu sebabnya, ia mengatakan, dibutuhkan komitmen luar biasa dalam mengurus kejahatan bangsa seperti narkoba. Salah satu upaya sangat penting yakni mendeteksi dini dan mencegah narkoba dari elemen pemerintah desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa atau yang disebut dengan tiga pilar pembangunan.

Sebab, perangkat daerah tersebut yang langsung berinteraksi maupun bertemu dengan masyarakat dari bermacam-macam tingkatan atau profesi.  Sedangkan penyelesaian masalah pada tingkat kecamatan, tidak perlu sampai dengan kabupatrn/kota atau polres.

“Ini adalah proxy war dan menjadi ancaman negara yang serius. Maka RT/RW, kecamatan hingga kelurahan harus menjadi mata dan telinga dari pemerintah. “Dengan demikian, permasalahan bangsa seperti narkoba hingga terorisme bisa terdeteksi,” ungkapnya. (HM)

%d blogger menyukai ini: