27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Thamrin; PDAM Baubau, Hanncuur !!! Hancur semuanya…

Baubau – Timurmerdeka.com. Hari Sabtu pukul 20:16 (27/01) dirumahnya, H Ibrahim Marsella mengatakan ; “ Kalau saja kinerja PDAM Baubau dilakukan dengan pendekatan program maka seluruh proyek yang telah dikerjakan akan berhasil dengan baik dan rakyatpun dapat air bersih yang cukup”.

Ibrahim yang kandidat Walikota Baubau jalur perorangan (independen) ini lebih jauh menjelaskan ; “Akibat kinerjanya menggunakan pendekatan proyek, paling tidak ada 4 titik proyek yang gagal bahkan diantaranya ada yang pipanya tidak dapat dialiri air – dan itulah salah satu ciri khas kinerja berorientasi proyek”.

Masih Ibrahim ; “Seluruh tatanan, sistem, managemen dan kebiasaan ditubuh PDAM akan kita rehabilitasi secara total dan permanen jika rakyat Baubau memilih dan memberi kepercayaan pada kami (Ibrahim-Ilyas) untuk memimpin selama lima tahun kedepan. Dengan sedikit saja sentuhan yang akan dilakukan oleh tenaga ahli Kami yang profesional dan mumpuni maka PDAM Baubau dapat menyalurkan air 24 jam tanpa berhenti untuk rakyat. Bukan itu saja, Kami juga akan menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional dalam kurun waktu 3 tahun yang diharapkan akan menjadi provider layanan rumah sakit se Indonesia bagian Timur”.

Secara terpisah, Taslim, anggota satuan pengawas internal (27/01) dirumahnya menjelaskan ; “Saya ini sudah dikucilkan teman-teman di PDAM karena selalu memberi teguran atau masukan sesuai dengan tupoksi Kami, terutama ketika ada temuan sambungan pelanggan ilegal. Kabag tehnik yang baru juga sudah saya ingatkan agar jangan selalu mengambil langkah sendiri seakan melampaui kewenangan direktur, tapi semuanya itu berlalu begitu saja bahkan saya kemudian dimusuhi. Saya juga bingung menghadapi perubahan suasana kerja yang semakin tidak profesional dan saya memilih diam saja”.

Masih Taslim; “Benar, Thamrin yang menjabat direktur PDAM Buton Selatan sampai hari ini masih tercatat sebagai pegawai dan menjabat di PDAM Baubau. Fakta tersebut mematikan aturan PDAM seluruh Indonesia yang melarang seorang pegawai merangkap jabatan sementara job jabatan Thamrin di PDAM Baubau itu tidak ada dalam petunjuk tata kelola dan penyelenggaraan PDAM seluruh Indonesia. Singkatnya, managemen PDAM hari ini sangat membingungkan jika tidak bisa dikatakan semraut”.

“Tidak mengerti tapi sangat jauh berbeda dengan managemen pada zamannya Amirul Tamim menjadi Walikota Baubau, sementara itu harga air untuk kategori rumah tangga Rp 5.000 per kubik adalah tarif tertinggi dan paling mahal dari PDAM seluruh Indonesia ”, pungkas Taslim diujung wawancara.

Wa Ani dan Masriah yang dipergoki (27/01) di reservoir Baadia menjawab ; “Kami datang mencuci pakaian disini karena air PDAM sampai dirumah satu kali dalam dua minggu. Tidak tahu tapi dulu sebelum membayar biaya sambungan pipa, Kami dijanjikan akan mengalir setiap hari – garaaka so amanga gaugau (ternyata bohong belaka – red). Orang PDAM yang bilang begitu supaya Kami segera bayar biaya penyambungan. Kami bayar seperti orang (pelanggan) lainnya tapi meteran Kami lebih banyak diputar angin daripada air”. Jengkel, jengkel, jengkeellll…. Jangan tanya-tanya lagi kalau soal (pelayanan PDAM Baubau – red) itu ahh…”.

Thamrin, S.Pd, M.T, Plt direktur PDAM Buton Selatan mengatakan ; “Hanncuur !!! Hancur semuanya, baik sistem maupun managemen apalagi kinerja PDAM Baubau saat ini. Jerih payah Saya dan teman-teman pada saat merintisnya dulu kini, sudah sangat memprihatinkan bahkan lebih dari itu. Saya selalu memberikan masukan bahkan saking seringnya, mereka kemudian jengkel dan memusuhi Saya”.

Lebih jauh Thamrin menguraikan ; “Saking parahnya PDAM Baubau saat ini, BPKP dalam pemeriksaannya merekomendasikan agar PDAM Baubau dimatikan. Mendengar hal itu, sebelum diterbitkan hasil audit, meski alot, Saya berupaya meyakinkan BPKP agar rekomendasinya jangan ditutup dan alhasilnya statusnya menjadi kategori sakit”.

Thamrin yang kandidat doktor air ini juga menambahkan ; “Tidak ada cara untuk mengobati sakitnya PDAM Baubau kecuali reshufle seluruh SDMnya karena sudah ada kebiasaan buruk yang tertanam dan mendarah daging. Contohnya, adanya sejumlah sambungan pipa illegal yang konon sudah diputihkan dan pelanggaran perjanjian pasokan air ke PT Pertamina”.

Lebih rinci, Thamrin ; “Setahu saya dalam perjanjian itu, Pertamina meminta sambungan khusus yang pipanya langsung dan tidak boleh ada sambungan untuk pihak lain termasuk ke rumah-rumah rakyat.

Pertamina kemudian menurunkan anggaran harga pipa dan biaya pemasangannya bahkan membayar pula air dengan harga industri. Adanya tapping atau penyambungan pipa kerumah penduduk, berarti dengan sengaja mengabaikan perjanjian kerjasama terhadap Pertamina maka sesungguhnya PDAM Baubau sudah menunjukan kinerja yang jahat jika tidakbisa dikatakan jelek. Mengapa demikian karena penyambungan tersebut pasti atas perintah Pimpinan”.

Thamrin yang juga pembicara air di berbagai daerah itu memaparkan ; “PDAM Buton Selatan tahun ini mendapatkan anggaran dari Balai Sungai Sulawesi IV sebanyak Rp 42 Miliar, Sumbangan hibah Kementerian PU untuk 4.000 sambungan senilai Rp 12 Miliar, APBN Cipta Karya sebanyak Rp 16 Miliar dan APBD sebanyak Rp 5 Miliar. Jadi total anggaran yang sudah saya perjuangkan dengan santai sebesar Rp 75 Miliar. Hahahaa….. Dijamin tidak akan ada korupsi dan penyalah-gunaan anggaran itu seperti di PDAM Baubau karena semuanya akan bermula dari Saya”.

Anggota DPRD Baubau, Muh. Ahadyat Zamani, ST, MT dengan mimik wajah kaget mengatakan ; “Apakah direktur PDAM itu perempuan atau laki-laki. Jika dia laki-laki maka diktum ini (seraya menunjuk salah item laporan keuangan – red), perjalanan 3 hari ke Bandung berarti perjalanan isteri direktur. Kenapa bisa ada dan tercover didalam pembukuan keuangan PDAM, apa ini tidak menyalahi aturan”.

Masih Ahadyat : ”Kami (DPRD) akan segera memanggil pihak PDAM untuk menjelaskan adanya nama-nama isteri dan anak direktur didalam pembukuan pengeluaran keuangan ini. Kita akan bahas lebih dahulu dalam rapat Bamus sebelum dilakukan pemanggilan, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak telalu lama”. (Ansar)

%d blogger menyukai ini: