30 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2019 ,Di Pondok Pesantren ASSALAFI Al FITRAH

Berita ini diberdayakan oleh www.Timurmerdeka.com

Oleh: Mohammad Fadlullah

Seluruh santri di PP. Assalafi Al Fitrah kedinding lor 99 surabaya, Jawa timur, mengenakan gamis putih saat mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019, di lingkungan PP. Assalafi al fitrah tersebut, Selasa.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional di pimpin oleh  KH. Abdul Rosid Mfil., yang juga mengenakan gamis dan peci warna putih.

Upacara itu diikuti oleh Habaib, Masayikh, Aparatur sipil dari TNI dan Polri, mahasiswa dan santir putra putri PP. Assalafi al fitrah yang semuanya mengenakan gamis putih (bagi pria).

“Hari santri nasional murupakan penghargaan dari pemerintah republik indonesia yang di tanda tangani oleh presiden jokowi merupakan penghargaan tertinggi kepada dunia pesantren, resolusi jihat tidak pernah satu katapun di tulis buku sejarah sekolah-sekolah. Tapi itu semua sama sekali tidak menyurutkan keninginan pesantren untuk tetap berbakti kepada pemerintah republik indonesia. Oleh karena itu kepada bapak-bapak TNI dan polri mohon berkenan kiranya untuk terus memebrikan bimbingan tuntunan kepada santri Al Fitrah. Agar kami PP. Assalafi Al Fitrah memberikan kontribusi terhadap negara kesatuan repulik indonesia” ucap  KH. Rosid. M.Fil Selasa.

Terlihat ikut hadir kapolres tanjung perak AKBP. Antonius Agus Rohmanto. Danramil dan Kapolsek kenjeran.

Resolusi jihat dikeluarkan karna PBNU mendengar pada saat itu tgl 25 oktober akan memdarat pasukan di bawah pimpinan negara inggris. Akan mendarat di jakarta, semarang,ranjung perak. Dengan membawa ratusan ribu pasukan tempur yang misinya dalam rangka mengurus tahanan perang jepang yang berada di negara indonesia. Tapi rupanya niat licik merak tercium oleh para ulama. Maka oleh katena itu Presiden soekarno dan wakil presiden moh. Hatta memberikan perintah kepada TKL (cikal bakal TNI) untuk tidak melakukan pertempuran. Ada kenyataanya di lapangan tidak terjadi. 22 oktober di keluarkanlah resolusi jihat, yang pada initinya berisi bahwa seluruh umat islam d indonesia fardlu a’in hukumnya berparang melawan penjajah bagi meraka yanga berdomilisi radius 94 km dari keberadaan penjajah.
 
24 oktober bung hatta menyampaikan orasi yang berapi-api yang di selingi dengan takbir allahu akbar di radio republik indonesia, yang membangkitkan semngat juang seluruh rakyat jawa timur saat itu. 25 oktober pasukan inggris benae-benar mendarat di surabaya, meraka mendirikan pos pertahanan di luar kesepakatan, di sinyalir oleh parah pejuang dan para TKR meraka bukan dalam rangka mengurus tahanan jepang tapi dalam rangkan untuk kembali menjajah.
Akhirnya pada tgl 26 sore para santri para ulama mulai menyerbu pos pertahanan yang didirikan. Dan sampai pada puncaknya 10 november terjadilah perang yang paling menghancurkan sepanjang sejarah perang perjuangan indonesia.

Upacara peringatan hari santri nasional tahun 2019 di PP. Assalafi Al Fitrah 99 Surabaya tidak berbeda jauh dengan upacara-upacara nasional lainnya. Pengibaran bendera merah putih diikuti dengan penghormatan umum, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, tetap ada.
 
Peserta upacara hormat bendera merah putih saat petugas pengibar bendera mengibarkan bendera merah putih dalam upacara peringatan hari santri nasional tahun 2019, di PP. Assalafi Al Fitrah surabaya, Selasa. 
Namun, ditambah dengan menyanyikan yalalwaton. Uniknya, di PP. Assalafi Al Fitrah ini seluruh santri setelah memgucapkan ikrar santri dan mendengarkan bacaan refolusi jihat oleh Ust. H sulaiman MHi. yang selanjutnya seluruh peserta upacara mengibarakan bendera raksasa, sepanjang 500 meter.   

%d blogger menyukai ini: