21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menyoal Sorotan KPK, Polri Hendaknya Segera Ungkap Kasus Novel

Menyoal tentang sulitnya terungkap kasus Novel Baswedan, tentu saja menjadi preseden buruk bagi kinerja penegak hukum ditanah air. Pasalnya. Kasus yang menjadi sorotan tersebut, membuat sejumlah pihak bertanya-tanya, siapakah pelakunya, hingga kasus ini tak terungkap…?.

Bagaimana kisahnya.

Laporan : Gino Samsudin Mirsab.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya, terkait kasus teror terhadap penyidiknya Novel Baswedan. Pengusutan kasus Novel tersebut sementara dinyatakan KPK berjalan sangat positif, dan tinggal menunggu waktu, siapa pelaku dan siapa pula sebagai dalangnya…?.

“Pimpinan kami masih terus melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya. Kita harapkan dalam waktu dekat ini. Ini kan sudah lebih dari 9 bulan, sketsa sudah disebar, ada perkembangan lah yang sangat positif,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Senin (22/1/2018).

Menurut Febri, dewasa ini kewenangan penyidikan kasus teror terhadap Novel itu, masih berada di pihak kepolisian.  Namun bilamana Presiden Jokowi nantinya membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF), KPK akan membantu sesuai kewenangan yang dimilikinya. Artinya, kondisi terberbentuknya TGPF, itu berarti gabungan dari beberapa elemen yang diyakini Jokowi.

“Kewenangan berada di pihak Polri. Kalau pun nanti ada TGPF dibentuk oleh presiden, tentu kami akan beri support sesuai kewenangan kami. KPK tidak berwenang menanganinya. Yang bisa kami lakukan saat ini, adalah koordinasi dengan pihak Polda sebagaimana kewenangannya,” ujar Febri kepada sejumlah wartawan berbagai media nasional dan internasional.

Menyinggung tentang kondisi Novel Baswedan hingga saat ini, masih terus menunggu jadwal operasi pada tahap kedua, guna operasi mata kirinya di rumah sakit di Singapura tersebut. Sesuai dengan informasi yang dihimpunnya, Novel kembali dijadwalkan akan menjalani operasi ulang tahap pertama dilakukan pada 6 Desember 2017 karena pertumbuhan jaringan putih mata kirinya belum begitu maksimal.

“Operasi tersebut dilakukan, dengan menempelkan jaringan gusi pada mata kirinya, guna memperbaiki pertumbuhan jaringan putih matanya”, kata Febri.

Menyimak tentang dilakukan Operasi tersebut, akan dilakukan setelah adanya perawatan dan pemulihan sebelumnya, meskipun diketahui hingga saat ini, tak membawa hasil yang signifikan terhadap mata kiri Novel.

Mata kiri Novel yang disebut-sebut, mengalami kerusakan hingga 95 persen itu, tiada lain karena akibat dari paparan air keras itu. Sehingga semua masyarakat mendoakan agar mata Novel segera sembuh, dan dapat segera memperkuat KPK.

Novel pun harus terus dirawat di Singapura, sejak 12 April 2017 sehari pascapenyerangan terjadi.
Polisi belum menemukan tersangka penyiram air keras itu. Padahal pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya, guna percepatan terungkapnya kasus tersebut.

Kalangan kepolisian melalui Polda Metro Jaya, upaya-upaya yang telah dilakukan diantaranya melakukan penyelidikan secara serius, bahkan telah banyak menyebar sketsa empat terduga pelaku teror ke Polda se-Indonesia.

“Kita semua berharap dalam waktu tidak terlalu lama akan terungkap, siapa pelaku dan siapa pula dalangnya dibalik kasus penyiraman air keras itu”, ujar Febri.

Dari sejumlah sumber yang dihimpun media ini, disebutkan oknum pelaku penyiram dan actornya  sudah dapat, diduga adalah dari kalangan koruptor. Harapan semua masyarakat Indonesia, meskipun novel tercatat tak mampu menjalankan tugasnya untuk sementara ini, namun semangat untuk berantas korupsi tetap saja ada. Buktinya didalam waktu 9 bulan ini, meskipun Noval di rawat di Rumah Sakit Singapura, namun operasi OTT terus digencarkan KPK. Hal ini menandakan system kinerja kalangan penyidik KPK sudah berjalan baik.

Harapan dan doa nya masyarakat Indonesia, dan upaya yang kerja serius pihak kepolisian, dapat di dukung oleh Allah SWT. Karena ketika oleh Allah yang menghendaki, tidak ada yang tak bisa, kecuali oleh Allah SWT. Amin…  (*****).

%d blogger menyukai ini: