29 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

PA 212: Ninoy Justru Terima Kasih ke Ustaz Bernard sampai Cium Tangan

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: Maulana Ramadhan

Persaudaraan Alumni (PA) 212 membantah salah satu anggotanya, Bernard Abdul Jabbar, terlibat dalam dugaan penganiayaan kepada relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Ketua PA 212, Slamet Maarif, mengatakan, Bernard justru menyelamatkan Ninoy, karena menjadi sasaran amuk massa pada kericuhan, Senin (30/9), di Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Ustaz Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama Ninoy dari amukan massa, bahkan menasihati untuk jangan keluar dulu karena berbahaya, sebab di luar massa masih marah,” ujar Slamet dalam konferensi pers di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10).


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Ninoy, kata Slamet, juga mengucapkan terima kasih kepada Bernard karena pertolongan tersebut.

“Ninoy berterima kasih pada Ustaz Bernard, bahkan mencium tangan Ustaz Bernard. Setelah itu, Ninoy diajak duduk dan istirahat dengan kondisi aman. Setelah aman sekitar jam 03.00 WIB, Ustaz Bernard pulang ke rumah,” kata Slamet.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Ninoy Karundeng di Polda Metro Jaya, Senin (7/10). Foto: Raga Imam/kumparan

Ninoy sebelumnya mengaku dianiaya oleh sejumlah orang di sekitar Masjid Al-Falaah, Pejompongan. Saat ini polisi telah menetapkan Bernard bersama 12 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Bernard yang juga merupakan sekretaris PA 212 diperiksa oleh Polda Metro Jaya, Senin (7/10) lalu. “Sudah ditetapkan tersangka,” kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (8/10).

Bernard telah diperiksa di Mapolda Metro Jaya selama 24 jam sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan pemeriksaan, Bernard diduga ikut melakukan intimidasi terhadap Ninoy Karundeng.

%d blogger menyukai ini: