23 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menteri Susi Usul Ada Tol Laut ke Luar Negeri, Untuk Apa?

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Erlangga Djumena


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kedua kiri) menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengusulkan adanya tol yang langsung ke luar negeri untuk mempermudah ekspor ikan dari sentral produksi. Sebab, ini bisa mengefisiensi biaya dan lebih mudah prosesnya.

“Kenapa tol laut harus dalam negeri saja, kenapa tidak ada tol laut ke luar negeri,” kata Susi ditemui di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (8/10/2019).

Menurut Susi, kehadiran fasilitas itu akan mempermudah proses distribusi/logistik ikan di Indonesia termasuk ekspor. Pasalnya, selama rute ekspor ikan keluar negeri masih terbatas karena minim infrastruktur pendukung.

“Jangan sampai kayak kemarin kan, itu gurita (dari Natuna) 1 kontainer ekspornya lewat Jakarta. Ya kenapa tidak langsung Natuna ke Singapura, Natuna ke Batam, enggak ada. Dua kali akhirnya,” ujarnya.

Dia menilai, dengan fakta di lapangan tersebut maka proses ekspor ikan atau komoditas laut belum efisien. Bahkan proses yang panjang itu banyak memerlukan biaya atau berbiaya tinggi.

Di satu sisi, saat ini stok ikan di Indonesia semakin banyak dengan gencarnya penegakan hukum terkait pelanggaran di sektor perikanan dan perikanan.

“Jadi continuitas, frekuensi dan rutenya itu banyak. Jadi ikan ini sekarang terlalu besar cost-nya. Jadi mau saya seperti itu dari daerah produksi, Morotai langsung ya pakai tol laut,” tambahnya.

ni, proses distribusi ikan dari wilayah Timur Indonesia ke Pulau Jawa juga terbilang panjang. Sehingga kondisi ini juga berpengaruh pada harga jual ikan di pasaran.

Susi pun berharap infrastruktur untuk mendukung perkembangan industri perikanan makin membaik kedepannya.

“Wilayah penangkapan Timur Indonesia, Barat Indonesia, konsumennya Jawa. Sedangkan tol laut frekuensinya belum banyak. PR-nya distribusi, harga ikan di sentra penangkapan itu ikan tongkol bisa Rp 6.000-9.000 per kilogram,” sebutnya.

%d blogger menyukai ini: